EXPONTT.COM, KUPANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar bakti sosial bagi masyarakat terdampak gempa Flores di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang berlangsung 30 September hingga 2 Oktober 2026 itu ditargetkan menjangkau 5.000 warga.
Bakti sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Pertambangan dan Energi ke-81 tahun 2026. Kegiatan akan difokuskan pada tiga bentuk bantuan, yakni pemeriksaan kesehatan gratis, trauma healing bagi anak-anak, serta pembagian kebutuhan pokok.
Rencana kegiatan tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri ESDM, Komjen Pol (P) Drs. Rudy Sufahriadi, saat melakukan audiensi dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di ruang kerja Gubernur, Senin, 28 September 2026.
Sebanyak 5.000 warga akan menjadi sasaran kegiatan yang tersebar di tiga titik di Kabupaten Nagekeo.
Rinciannya, sebanyak 1.000 warga di Desa Lebolewa, Kecamatan Aesesa, kemudian 3.000 warga di Posko Utama Mbay, serta 1.000 warga di Desa Ladolima, Kecamatan Keo Tengah.
Untuk layanan kesehatan, masyarakat akan mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan medis yang melibatkan tenaga kesehatan serta relawan.
Sementara itu, kegiatan trauma healing ditujukan khusus bagi anak-anak terdampak gempa melalui kegiatan bercerita, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta aktivitas pendampingan psikososial.
Bantuan kebutuhan pokok juga akan diberikan kepada warga terdampak sebagai bagian dari dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri ESDM beserta jajarannya atas perhatian dan dukungan bagi masyarakat NTT, khususnya korban gempa Flores.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian ESDM yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak gempa Flores. Dukungan seperti ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang saat ini masih membutuhkan pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, serta pemenuhan kebutuhan dasar,” ujar Gubernur NTT.
Menurut Gubernur NTT, keterlibatan berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam penanganan dampak gempa Flores. Kolaborasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan pihak lainnya diharapkan terus diperkuat agar bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran.
“Bantuan dan kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus diperkuat sehingga masyarakat terdampak benar-benar mendapatkan manfaat dalam proses pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Kegiatan bakti sosial Kementerian ESDM tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga mendukung pemulihan kesehatan dan kondisi psikososial masyarakat terdampak gempa Flores.(*)




