Kamu Harus Memberi Mereka Makan

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Perintah Tuhan Yesus Kamu harus memberi mereka makan, tidak hanya untuk para rasul-Nya, tetapi berlaku juga untuk kita para murid-Nya yang hidup di zaman ini. Perintah-Nya terus menggema hingga saat ini. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XVIII.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 14: 13 – 21, yakni Yesus memberi makan lima ribu orang. Para saudaraku, matahari condong ke barat, orang banyak lapar, dan para murid mengusulkan solusi praktis: bubarkan mereka agar mencari makan sendiri. Namun Yesus berkata tegas: “Tidak perlu mereka pergi. Kamu harus memberi mereka makan.” Perintah ini mengguncang nalar manusiawi. Murid hanya melihat kekurangan: lima roti dan dua ikan. Begitu pula kita di zaman modern, terbiasa menghitung saldo, kuota, jam kerja, pengikut media sosial. Kita menakar kemampuan dari apa yang tampak. Tetapi Yesus mengajarkan: iman bukan berhenti pada keterbatasan, melainkan membawa apa yang ada ke tangan-Nya. Kekurangan justru titik awal mujizat.Yesus memecah roti dan ikan, lalu murid membagikannya. Ada kolaborasi indah: Allah yang memberkati, manusia yang menaati. Kadang hidup kita “dipecahkan”, rencana gagal, harapan pupus, namun justru di situlah Tuhan membentuk kita agar lebih siap membagikan BERKAT. Pelayanan bukan sekadar memberi, melainkan menjadi saluran KASIH Allah. Hasilnya mengejutkan: semua kenyang, bahkan tersisa dua belas bakul penuh, satu untuk tiap murid yang tadinya ragu. Pesannya jelas: Tuhan sanggup memelihara, bahkan ketika kita memberi dari kekurangan. Kelimpahan bukan diukur dari harta yang ditimbun, melainkan dari BERKAT yang dibagikan. Di dunia modern, banyak orang lapar bukan hanya jasmani, tetapi juga lapar rohani atau spiritual, lapar: perhatian, empati, penghiburan, penguatan, dan makna serta lapar validasi atau pengakuan. Dan “makanan” bisa berupa waktu, tenaga, pikiran, senyuman, doa, atau sekadar hadir mendengarkan. Apa pun yang kita punya, serahkan pada Tuhan, biarkan Ia memecahkannya, lalu bagikanlah kepada yang membutuhkannya. Jadilah saluran BERKAT Tuhan bagi sesama.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, perintah Yesus tetap relevan: “Kamu harus memberi mereka makan.” Memberi bukan soal mampu atau tidak, melainkan soal taat. Karena di tangan Tuhan, yang kecil menjadi besar, yang sederhana menjadi berkat, dan yang terbatas dilipatgandakan. Berilah, dan saksikanlah kelimpahan yang lahir dari ketaatanmu.

Pertanyaan Refleksi

1. Apa “lima roti dan dua ikan” yang ada dalam hidup saya saat ini, hal kecil yang bisa saya serahkan kepada Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain?
2. Siapa di sekitar saya yang sedang “lapar” bukan hanya jasmani, tetapi lapar perhatian, empati, atau penguatan, dan bagaimana saya bisa memberi mereka “makanan” itu?
3. Apakah saya sungguh percaya bahwa Tuhan sanggup melipatgandakan pemberian kecil saya, dan apakah saya siap menjadi tangan yang membagikan berkat-Nya?

Selamat berefleksi…& Selamat berhari Minggu🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Ajarlah kami memberi dari apa yang ada, meski kecil dan terbatas. Jadikanlah waktu, tenaga, dan perhatian kami sebagai “roti dan ikan” yang Engkau lipat gandakan bagi mereka yang lapar jasmani maupun rohani. Biarlah melalui tangan kami, banyak orang merasakan KASIH dan penghiburan-Mu. Amin.