Reses Beny Selan di Manutapen: Warga Usul Pembangunan SLB dan Bank Sampah di Kecamatan Alak

Reses Anggota DPRD Kota Kupang, Beny Selan di Manutapen, Jumat, 7 Agustus 2026 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Warga Kecamatan Alak, Kota Kupang, mengusulkan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di kecamatan tersebut.

Usulan tersebut diungkapkan Ketua RT 26, RW 08, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak saat Reses Tahap III DPRD Kota Kupang Tahun 2025/2026, yang digelar Anggota DPRD Otnial Benyamin Selan.

Dirinya menyebut, anak-anak disabilitas di Kecamatan Alak sulit mengakses pendidikan karena ketidaan SLB di kecamatan tersebut. “Anak disabilitas di sini harus pergi sekolah sampai di Penfui dan yang pasti akan membebani biaya untuk keluarga karena sekolag jauh. Jadi kami usul bisa bangun SLB di Alak,” ujarnya.

Selain itu, warga juga meminta adanya pembangunan Bank Sampah untuk bisa mengakomodir para pemulung di Kecamatan Alak yang jumlahnya tidak sedikit. “Mereka jual mereka punya hasil mulung sampai di Oesapa, kasian juga. Untuk itu kami harap ada pembangunan bank sampah di Kecamatan Alak,” katanya.

Terkait dua usulan tersebut, Otnial Benyamin Selan (Beny Selan) mengatakan akan menjadi aspirasinya di DPRD melalui pemandangan fraksi dan di sidang bersama pemerintah.

“Memang anak-anak kita yang disabilitas hanya punya dua pilihan di SLB Walikota atau di Penfui, tentu ini akan jadi usulan kami DPRD ke pemerintah karena pendidikan merupakan hak semua warga dan pemerintah harus bisa akomodir itu,” ungkapnya dihadapan puluhan warga.

Terkait dengan usulan pembangunan bank sampah, Beny Selan, menyebut aspirasi tersebut sangat bagus, mengingat sejalan dengan program Pemerintah Kota Kupang.

“Ini usulan yang bagus, karena sejalan dengan program wali kota dan wakil wali kota terkait penanganan dan pemanfaatan sampah ini, sehingga saudara-saudara kita yang bekerja sebagai pemulung bisa mengakses bank sampah yang terjangkau,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan bank sampah menjadi sangat penting dan bermanfaat bukan hanya bagi para pemulung namun juga bagi masyarakat.

“Di Oesapa Barat itu saya sudah lihat dan menjadi pilot project pemerintah. Dari perencanaan pemerintah, nanti ke depan semua kecamatan di Kota Kupang akan ada satu bank sampah,” ujar Beny Selan.

Politikus Perindo ini menegaskan dua usulan tersebut akan masuk menjadi aspirasinya bersama anggota DPRD untuk diperjuangkan di sidang dan pokok pikiran DPRD.♦gor