EXPONTT.COM, KUPANG – Solidaritas keluarga besar perguruan tinggi untuk masyarakat terdampak gempa Flores terus menguat. Hingga 14 September 2026, Posko LLDIKTI Wilayah XV Peduli Bencana Flores telah menghimpun donasi sebesar Rp160.922.091.
Posko tersebut dibentuk Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV sebagai wadah gotong royong perguruan tinggi, mitra, dunia usaha, organisasi dan masyarakat untuk mendukung penanganan hingga pemulihan pascabencana.
Bantuan yang dihimpun kemudian dikoordinasikan dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Pada 24 Agustus 2026, LLDIKTI Wilayah XV telah menyerahkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar melalui BPBD Provinsi NTT.
Tak hanya bantuan material, perguruan tinggi di NTT juga terlibat dalam layanan kesehatan, asesmen kebutuhan, dukungan psikologis dan trauma healing, penyediaan air bersih dan sanitasi hingga pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah perguruan tinggi yang bergerak antara lain Universitas Nusa Cendana, Universitas Nusa Nipa, Universitas Muhammadiyah Maumere, Universitas Flores, STIPER Bajawa, STIKes Citra Bakti Bajawa, Institut Nasional Flores, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dan Politeknik ElBajo Commodus.
Dukungan juga datang dari perguruan tinggi di luar NTT seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya dan Universitas Mataram.
Selain membantu masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi sekitar 5.000 mahasiswa terdampak bencana di NTT. Pendataan mahasiswa terdampak terus dimutakhirkan agar kebijakan tersebut tepat sasaran.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kunjungan Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. ke Kabupaten Manggarai pada 26 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah mengonsolidasikan respons perguruan tinggi bersama pemerintah daerah, BNPB, LLDIKTI Wilayah XV, dosen dan mahasiswa di Posko Lapangan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.
LLDIKTI Wilayah XV juga tengah menyiapkan Aksara Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa) melalui Program Mahasiswa Berdampak. Program ini diarahkan agar keterlibatan kampus tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi ikut mendukung pemulihan jangka panjang melalui keahlian di bidang kesehatan, psikologi, teknik, pendidikan, kebencanaan, pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
“Pemulihan Flores adalah tanggung jawab kita bersama. Perguruan tinggi tidak boleh berjarak dengan masyarakat, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi situasi sulit. Kita hadir dengan kepedulian, ilmu pengetahuan, sumber daya manusia, dan semangat gotong royong,” tegasnya saat konferensi pers, Selasa, 15 September 2026.
Saat ini LLDIKTI Wilayah XV terus melakukan pendataan mahasiswa dan perguruan tinggi terdampak, memetakan kebutuhan di lapangan serta mengoordinasikan dukungan bersama pemerintah daerah, BNPB dan berbagai perguruan tinggi.
Menurut LLDIKTI Wilayah XV, penanganan bencana membutuhkan kerja cepat, sementara pemulihan membutuhkan konsistensi dan kolaborasi jangka panjang.
Dari kampus untuk masyarakat, dari kepedulian menjadi aksi, dan dari gotong royong, Flores diharapkan terus bangkit dan pulih.(*)




