Dari Rp300 Ribu Jadi Rp30 Ribu, Sumur Bor Polda NTT Ringankan Beban Warga Belo

Kapolda NTT, Rudi Darmoko dan jajaran berpose bersama warga Kelurahan Belo Kota Kupang / foto: istimewa

EXPONTT.COM, KUPANG – Bantuan sumur bor dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) membawa perubahan nyata bagi warga Kelurahan Belo, Kota Kupang. Kesulitan mendapatkan air bersih yang selama ini membebani ekonomi keluarga kini jauh berkurang.

Perwakilan warga Kelurahan Belo, Alfons Funai, mengatakan sebelum adanya sumur bor, masyarakat harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Dalam kondisi tertentu, warga harus membeli air tangki dengan pengeluaran sekitar Rp200 ribu hingga hampir Rp300 ribu setiap bulan.

“Tadi malam kita bincang-bincang dengan bapak-bapak dari Polresta Kupang Kota, kami di sini itu sebelum sumur bor, pengeluaran khusus air bersih sekitar Rp200 sampai hampir Rp300 ribu rupiah. Ini memang bagi sebagian masyarakat yang lain mungkin hal yang biasa, tapi bagi kami sangat-sangat memberatkan,” ujar Alfons saat acara peresmian dan penyerahan bantuan sosial Polda NTT di Kelurahan Belo, Rabu, 30 September 2026.

Namun, setelah sumur bor tersedia, beban tersebut turun drastis. Alfons menyebut warga telah merasakan manfaat sumur bor tersebut selama sekitar tiga bulan, meski peresmian dilakukan saat ini.

“Perbandingan pengeluaran sebelum bantuan hampir Rp200 sampai Rp300 ribu rupiah, tetapi setelah bantuan, sudah tiga bulan kami cukup mengeluarkan Rp30.000 dalam satu bulan. Ini yang memang sangat luar biasa yang kami rasakan,” ungkapnya.

Bagi warga, keberadaan sumur bor bukan sekadar menghadirkan akses air bersih, tetapi juga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Alfons menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTT beserta jajaran yang telah merespons kebutuhan masyarakat mulai dari proses survei hingga pembangunan fasilitas air bersih.

Pengajuan Kurang dari Seminggu Langsung Disurvei

Hal serupa disampaikan Ketua RT 22 Kelurahan Belo, Ofris Kaseh. Ia mengatakan proses pengajuan bantuan sumur bor di wilayahnya mendapat respons cepat dari kepolisian.

Menurutnya, tidak sampai satu minggu setelah surat permohonan diajukan, tim kepolisian langsung turun melakukan survei di lokasi.

“Surat saya masuk itu tidak sampai satu minggu, langsung direspons dengan begitu cepat. Tim langsung turun survei lapangan. Bapak Babin yang aktif luar biasa mensurvei lapangan, koordinasi, dan kami mendapatkan bantuan itu,” ujar Ofris.

Selain sumur bor, warga juga merasakan manfaat bantuan lain berupa pemasangan lampu jalan di lingkungan mereka.

Ofris mengatakan keberadaan penerangan jalan turut memberikan rasa aman bagi masyarakat dan berdampak terhadap kondisi keamanan lingkungan.

“Sejak bantuan lampu jalan dari Bapak Kapolda, tidak ada lagi pencurian. Kami sangat rasakan hal yang luar biasa,” katanya.

Warga Kelurahan Belo berharap perhatian dan bantuan serupa dapat terus diberikan sehingga kebutuhan dasar masyarakat serta keamanan lingkungan dapat semakin terjamin.

Mereka juga mendoakan agar Kapolda NTT dan seluruh jajaran kepolisian senantiasa diberikan perlindungan dan keberkahan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Diketahui, Kapolda NTT, Rudi Darmoko saat ini menginisiasi program sumur bor untuk daerah-daerah di NTT yang mengalami krisis air maupun sulit mengakses air bersih.

Di Kota Kupang, hingga bulan September 2026, Polda NTT sudah membangun delapan sumur bor di Kota Kupang, program ini juga menyasar seluruh wilayah NTT.

Melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., Kapolda NTT menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

Polri juga berupaya hadir melalui program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata bagi warga,” katanya.(*)