Peresmian Hunian Darurat dan Peletakan Batu Pertama RS PKU Muhammadiyah Mbay

EXPONTT.COM, MBAY — Pimpinan Muhammadiyah meresmikan hunian darurat sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid dan Rumah Sakit Pelayanan Kesehatan Umum (RS PKU) Muhammadiyah Mbay, Senin, 5 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi pembangunan yang berada di Hobo, Lingkungan Aloripit, Kelurahan Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

RS PKU Muhammadiyah Mbay dibangun di atas lahan seluas 8.776 meter persegi. Luas tapak bangunan mencapai 1.519 meter persegi, sementara total luas bangunan direncanakan sekitar 3.680 meter persegi.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nagekeo, Amin Karangaseng, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selama masa tanggap darurat bencana gempa bumi Flores di Kabupaten Nagekeo.

Menurut Amin, MDMC hadir dengan berbagai bentuk bantuan, mulai dari sembako, air bersih hingga pelayanan kesehatan. MDMC juga mendirikan Posko Koordinasi (Poskor) di Kolikapa, Mbay 1.

“Sejak tanggal 15 Agustus hingga 17 September 2026, total sebanyak 900 lebih titik kunjungan dilakukan oleh tim MDMC dalam rangka pendistribusian bantuan sesuai assessment tim MDMC,” ujar Amin.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur, Muchsin Masri, memberikan apresiasi atas kebersamaan PDM Muhammadiyah dari lima kabupaten di Pulau Flores dalam penanganan bencana gempa bumi yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026.

Ia berpesan agar warga Muhammadiyah terus membangun sikap positif serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Jadi warga Muhammadiyah itu harus selalu berpikir positif, cerdas dan terampil,” kata Muchsin Masri dalam sambutannya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Shafar Laga Rema. Ia menyampaikan penghargaan kepada Persyarikatan Muhammadiyah yang telah terpanggil membantu masyarakat Nagekeo selama masa tanggap darurat gempa bumi Flores.

Shafar juga secara khusus mengapresiasi pihak yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan RS PKU Muhammadiyah, masjid dan fasilitas Lazismu di Mbay.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Saman Jogo atas wakaf tanah tersebut.

“Kiranya mendapat amal kebaikan, amal jariyah dunia dan akhirat,” ujar Shafar.

Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. K.H. Tafsir, M.Ag., mengatakan Muhammadiyah Jawa Tengah memiliki komitmen untuk selalu hadir di daerah yang mengalami bencana, baik di dalam maupun luar negeri.

Ia menyebut respons Muhammadiyah terhadap bencana harus dilakukan dengan cepat.

“Bencana sekarang, berangkat sekarang. Tidak boleh tunda,” tegas Tafsir.

Menurutnya, bantuan yang diberangkatkan Muhammadiyah Jawa Tengah untuk masyarakat terdampak gempa Flores meliputi sembako, bantuan medis dan hunian darurat (hundar).

Selain bantuan tanggap darurat, PWM Muhammadiyah Jawa Tengah juga berkomitmen mendukung pembangunan sejumlah fasilitas di Nagekeo.

Tafsir mengatakan pembangunan tersebut dilakukan sesuai permintaan PDM Nagekeo, di antaranya masjid, lembaga atau pusat dakwah dan klinik, yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi Rumah Sakit Umum Muhammadiyah.

Sementara itu, lahan yang menjadi lokasi pembangunan fasilitas Muhammadiyah tersebut merupakan tanah wakaf yang memiliki sejarah panjang.

Tanah tersebut sebelumnya diwakafkan oleh almarhum Yusup Denga Bhaso dan kemudian dilanjutkan oleh anak kandungnya, Jogo Samanhudi. Tanah tersebut diserahkan kepada PDM Nagekeo pada tahun 2022.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid dan RS PKU Muhammadiyah Mbay.

Sejumlah tokoh yang turut melakukan peletakan batu pertama antara lain Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir,M.Ag, Ketua PWM NTT, Muchsin Masri, Ketua DPRD Nagekeo, Shafar Laga Rema,SE. M.Ak, Ketua NU Nagekeo, Drs.H. Muhammad Natsir, Ketua MUI Nagekeo, Drs.Lutfi Daeng Maro, serta Lurah Danga Yohanes Lado,Amd, yang mewakili unsur Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Kecamatan Aesesa.

Pembangunan fasilitas kesehatan, tempat ibadah dan pusat dakwah tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat pelayanan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat Nagekeo, terutama setelah bencana gempa bumi Flores.

Dalam rangkaian acara tersebut, PWM Jawa Tengah memberikan bantuan Rp 1 Miliar untuk PDM Nagekeo membangun Hunian Darurat.(***)