EXPONTT.COM, KUPANG – Gubernur NTT Melki Laka Lena mendukung penuh pembangunan Patung Kristus Memberkati di Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, yang diharapkan menjadi ikon wisata religi NTT sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Dukungan itu disampaikan Melki Laka Lena saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati, Senin, 5 Oktober 2026.
Melki Laka Lena mengapresiasi gagasan Bupati Kupang Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki, serta kolaborasi pemerintah, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Keuskupan Agung Kupang dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan tersebut.
“Ini akan menjadi Wisata Rohani Oikumene terbaik di Indonesia dan dunia dan tentu tempatnya ada di NTT di Pulau Semau,” tegas Melki.
Menurutnya, Patung Kristus Memberkati tidak boleh hanya menjadi monumen, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pariwisata dan aktivitas ekonomi baru.
“Patung ini harus menjadi simbol harapan, persaudaraan dan berkat. Tetapi lebih dari itu, harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Semau,” ujarnya.
Melki juga mendorong kawasan tersebut dikembangkan dalam ekosistem wisata NTT yang menghubungkan wisata religi, budaya, sejarah dan ekonomi kreatif. Ia bahkan membayangkan destinasi di Semau masuk dalam kalender wisata religi tahunan NTT bersama sejumlah destinasi lainnya, termasuk Semana Santa di Larantuka.
“Orang datang ke NTT bukan hanya untuk menikmati alam, tetapi juga mengalami perjalanan iman, budaya, sejarah dan kehidupan masyarakat kita,” katanya.
Gubernur juga mengapresiasi keluarga Edon yang menyediakan sekitar tiga hektare lahan untuk pembangunan kawasan tersebut. Ia berharap kolaborasi seluruh pihak terus dijaga hingga proyek selesai.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede mengatakan pembangunan Patung Kristus Memberkati merupakan bagian dari upaya menjadikan Pulau Semau sebagai destinasi wisata premium di NTT selain Labuan Bajo.
Patung utama dirancang setinggi sekitar 50 meter di atas podium 20 meter sehingga total ketinggiannya mencapai sekitar 70 meter. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi plaza, vila, guest house, area parkir, gazebo, jalur pedestrian, ruang terbuka hijau dan fasilitas pendukung lainnya.
Pembangunan ditargetkan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028, dengan tahap awal berupa persiapan dan pematangan lahan, dilanjutkan pembangunan infrastruktur dan patung pada 2027, serta penyelesaian landscape dan fasilitas kawasan pada 2028.
Di 2027, Pemkab Kupang akan menganggarkan Rp157 miliar untuk pembangunan patung Kristus Memberkati. Sebelumnya di tahun anggaran 2026, Pemkab Kupang telah menggelontorkan Rp30 miliar untuk pembangunan patung yang terletak satu kilometer dari Pelabuhan Hansisi.(*)




