YNBF Gelar Pelatihan Pengolahan Makanan, Siapkan SDM Dapur Umum Tanggap Bencana

EXPONTT.COM, MBAY — Yayasan Nusantara Bhakti Flores (YNBF) menyelenggarakan Tailor Made Training (TMT) dengan program Pelatihan Pengolahan Makanan Komersial di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Pelatihan yang berlangsung mulai Rabu, 7 Oktober hingga 27 Oktober 2026 tersebut digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, sekaligus mendukung tersedianya sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dalam penyelenggaraan dapur umum.

Penanggung jawab kegiatan, Abdul Malik, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam mengolah makanan secara komersial sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan penyediaan makanan dalam situasi darurat bencana.

Hal tersebut disampaikan Abdul Malik dalam sambutan pembukaan kegiatan TMT di Mbay, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, keterampilan pengolahan makanan dalam kondisi bencana membutuhkan kemampuan khusus karena makanan harus diproduksi dalam jumlah besar, dalam waktu relatif singkat, namun tetap memenuhi standar kebersihan, keamanan dan gizi.

“Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan dalam mengolah makanan secara komersial, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan melakukan pengolahan dan penyajian makanan dalam jumlah besar, cepat, higienis, aman, bergizi dan terorganisasi,” ujar Abdul Malik.

Ia menjelaskan, kemampuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam penyelenggaraan dapur umum ketika terjadi bencana alam, khususnya bagi masyarakat terdampak di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Abdul Malik menambahkan, pelatihan ini juga diarahkan untuk membentuk kelompok masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang pengolahan makanan dan siap diberdayakan sebagai bagian dari Tim Dapur Umum Tanggap Bencana.

Di sisi lain, keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya bermanfaat ketika terjadi bencana. Kompetensi tersebut juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri di bidang kuliner.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat terbentuk kelompok masyarakat yang memiliki kompetensi pengolahan makanan dan siap diberdayakan sebagai bagian dari Tim Dapur Umum Tanggap Bencana. Sekaligus memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha di bidang kuliner setelah pelatihan selesai,” jelasnya.

Ia mengatakan, peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan akan mendapatkan dokumen sebagai bukti kompetensi yang diperoleh selama mengikuti kegiatan.

“Para peserta training, usai pelatihan akan dibekali dengan sertifikat pelatihan dan sertifikat siap bekerja,” ujar Abdul Malik.

Pelaksanaan TMT ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta dalam bidang pengolahan makanan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat lokal dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur.(*)