Tuhan, Tidakkah Tuhan Peduli?

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK 

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita selalu menyalahkan Tuhan, orang lain dan situasi. Hampir tidak pernah terjadi ada orang yang menyalahkan diri sendiri, seperti yang dialami oleh Marta dalam Injil hari ini.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 10: 38 – 42, yakni Maria dan Marta. Para saudaraku, Marta sibuk melayani, Maria duduk di kaki Yesus. Marta merasa ditinggalkan, lalu berseru: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli?” Pertanyaan itu bukan sekadar keluhan, melainkan krisis iman: apakah Tuhan sungguh peduli? Sesungguhnya, Marta tidak salah karena bekerja. Ia salah karena hatinya gelisah dan lupa hadir. Begitu pula kita. Hidup modern menyanjung kesibukan: target, tagihan, rapat, notifikasi tanpa henti. Kita sibuk bahkan dalam pelayanan, tetapi kehilangan Tuhan di tengah rutinitas. Dan ketika hidup terasa berat, kita menuduh: “Tuhan tidak peduli.” Padahal, kitalah yang sering tidak peduli kepada-Nya. Yesus menjawab Marta dengan lembut: “Engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu.” Jawaban-Nya bukan penolakan, melainkan undangan: berhenti sejenak, duduk di kaki-Nya, hadir bersama-Nya. Maria memilih bagian terbaik bukan karena ia lebih saleh, tetapi karena ia memberi ruang bagi Tuhan. Dalam dunia yang riuh, kita mudah kehilangan keheningan. Kita ingin Tuhan hadir dalam masalah kita, tetapi kita jarang hadir di hadapan-Nya. Kita menuntut Dia mendengar, tetapi kita enggan mendengar. Kita ingin diberi, tetapi enggan memberi waktu. Maka pertanyaan “Tidakkah Engkau peduli?” harus dibalik: “Apakah aku sudah peduli kepada-Mu, Tuhan?”

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, Tuhan tidak pernah berhenti peduli. Ia selalu ada, selalu menunggu, selalu mengetuk pintu HATI kita. Yang sering berhenti adalah kita berhenti hadir, berhenti duduk di kaki-Nya. Karena itu, jangan tunggu hidup runtuh baru mencari-Nya. Jangan tunggu masalah menumpuk baru bertanya. Hadirlah setiap hari di hadapan-Nya. Di tengah rutinitas, sisihkan waktu untuk diam, mendengar, dan menyembah. Ketika kita memilih bagian terbaik duduk di kaki Yesus kita akan menemukan jawaban yang menenangkan: Tuhan selalu peduli. Selalu. Bahkan ketika kita tidak.

Pertanyaan Refleksi

1. Kapan terakhir kali saya benar-benar duduk tenang di kaki Yesus, tanpa distraksi, hanya untuk mendengarkan dan hadir bersama-Nya?

2. Apakah rutinitas, pekerjaan, atau bahkan pelayanan saya telah membuat saya kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan Tuhan secara pribadi?

3. Apakah saya lebih sering menuntut Tuhan peduli pada masalah saya, daripada menunjukkan kepedulian saya kepada-Nya melalui doa, Firman, dan keheningan setiap hari?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, sering kami sibuk hingga lupa hadir di hadapan-Mu. Ampunilah kami yang menuntut perhatian-Mu, padahal HATI kami sendiri menjauh. Ajarilah kami memilih bagian terbaik: duduk di kaki-Mu, mendengar suara-Mu, dan merasakan bahwa Engkau selalu peduli. Amin.