Ajudan Gubernur NTT Klarifikasi Video Botol Plastik di Pelabuhan Hansisi

EXPONTT.COM, KUPANG – Ajudan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial WK memberikan klarifikasi terkait video dirinya memindahkan botol plastik di Pelabuhan Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, yang belakangan beredar di media sosial. WK menegaskan, botol tersebut tidak dibuang, melainkan dipindahkan dari jalur yang akan dilalui Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menuju ruang tunggu pelabuhan.

Video yang memperlihatkan ajudan Gubernur Nusa Tenggara Timur, berinisial WK, memindahkan sebuah botol plastik di area Pelabuhan Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, menjadi perhatian di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa tersebut terjadi pada 5 Oktober 2026, ketika Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati di Tanjung Batu Kong, Desa Hansisi, Kecamatan Semau.

Dalam potongan video yang beredar, WK terlihat mengambil dan memindahkan sebuah botol plastik yang berada di jalur yang akan dilalui Gubernur NTT saat memasuki area ruang tunggu pelabuhan.

Namun, aksi tersebut kemudian dipahami oleh pengguna media sosial yang mereka naikkan dengan narasi ‘Ajudan Pejabat Gubernur NTT jadi sorotan usai membuang sampah tidak pada tempatnya’. Padahal, berdasarkan kejadian di lokasi, botol plastik tersebut sudah berada di area pelabuhan sebelum dipindahkan oleh WK.

WK menjelaskan bahwa dirinya tidak membuang botol tersebut. Ia justru memindahkannya dari jalur yang akan dilalui Gubernur agar tidak mengganggu atau berpotensi menyebabkan Gubernur tersandung saat berjalan menuju ruang tunggu.

“Saya tidak membuang sampah itu. Botol tersebut memang sudah ada di jalur yang akan dilewati Bapak Gubernur. Saya hanya memindahkannya supaya jalurnya aman dan Bapak Gubernur tidak sampai tersandung,” jelas WK, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut WK, tindakannya berlangsung spontan karena fokusnya saat itu adalah memastikan perjalanan Gubernur menuju ruang tunggu berjalan aman dan lancar. Ia tidak menyangka tindakannya kemudian direkam dan beredar dengan konteks yang berbeda di media sosial.

“Sama sekali tidak ada niat untuk membuang sampah sembarangan. Kalau memang ada yang melihat video tersebut dan memahami berbeda, saya bisa memahami. Tetapi yang sebenarnya terjadi, saya hanya memindahkan botol yang sudah ada di jalur tersebut,” katanya.

WK menghormati perhatian masyarakat terhadap persoalan kebersihan di ruang publik. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan setiap orang tentu diharapkan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Namun WK juga menegaskan bahwa, jangan hanya kepentingan popularitas untuk mendapatkan Like atau pendapatan tertentu dalam bermedia sosial kemudian  memanfaatkan atau merendahkan pihak-pihak tertentu, bahkan sampai melibatkan Gubernur atau menghujat Gubernur.

Karena itu, penjelasan ini disampaikan semata-mata untuk memberikan konteks yang utuh mengenai peristiwa tersebut, sehingga masyarakat dapat melihat kejadian berdasarkan rangkaian peristiwa yang sebenarnya, tanpa bermaksud memperdebatkan atau menyalahkan pihak mana pun.(*)