Bukan Kata Orang, Tetapi Katamu: Siapakah Yesus

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK 

Pax Vobiscum para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Jika saat ini Yesus bertanya kepada kita, Siapakah Aku, menurut kamu? Apakah jawaban Anda? Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XXI.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 16: 13 – 20, yakni pengakuan Petrus. Para saudaraku, Yesus sengaja bertanya di Kaisarea Filipi, di tengah reruntuhan kuil berhala, seakan menegaskan: segala kemegahan dunia akan runtuh, tetapi pertanyaan ini tetap berdiri tegak “Kata orang, siapakah Aku?”Jawaban murid-murid beragam: Yohanes, Elia, Yeremia, atau nabi lain. Semua benar menurut kata orang. Tetapi Yesus tidak berhenti di sana. Ia menatap lebih dalam: “Tetapi katamu, siapakah Aku?” Pertanyaan ini menembus ruang HATI. Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Jawaban itu bukan hasil teori, bukan sekadar hafalan, melainkan BUAH pengalaman berjalan bersama Yesus. Dari kedekatan lahirlah pengenalan sejati. Hari ini, di zaman yang haus validasi dan popularitas, kita mudah menjawab pertanyaan pertama. Kita tahu teori, kutipan ayat, bahkan debat teologi. Tetapi ketika Yesus bertanya langsung, “Siapakah Aku bagimu?” kita sering terdiam. Karena iman sejati tidak bisa dipinjam dari kata orang. Ia lahir dari relasi pribadi: dari doa, ibadat dan ekaristi yang jujur, dari luka yang disembuhkan, dari damai yang dirasakan di tengah badai. Yesus tidak mencari promosi atau popularitas. Ia mencari HATI yang sungguh mengenal-Nya. Hanya dari pengenalan itu lahir iman yang kokoh, yang tidak goyah oleh opini publik, tidak pudar oleh tren, dan mampu berkata dalam kegelapan: “Engkau adalah Tuhanku, dan aku mengenal-Mu.”

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, Ironi zaman ini: kita bisa memberi ribuan likes pada postingan tentang Yesus, tetapi sulit memberi satu jawaban jujur ketika Ia menatap kita. Kita sibuk membangun citra, tetapi melupakan relasi. Padahal Yesus tidak menunggu validasi. Ia menunggu jawaban HATI. Maka, biarkan pertanyaan itu bergema dalam dirimu: “Tetapi katamu, siapakah Aku?” Jawablah bukan dengan kata orang, melainkan dengan pengalamanmu bersama-Nya. Karena Yesus tidak mencari popularitas, Ia mencari dirimu. Dan jawabanmu, lahir dari HATI yang mengenal-Nya, itulah yang paling Ia rindukan.

Pertanyaan Refleksi

1. Apakah aku sungguh mengenal Yesus dari pengalaman hidupku, atau hanya dari kata orang dan teori?

2. Dalam dunia yang mengejar popularitas, apakah aku lebih sibuk mencari pengakuan manusia daripada membangun relasi intim dengan Kristus?

3. Jika Yesus menatapku hari ini dan bertanya, “Tetapi katamu, siapakah Aku?”, jawaban jujur apa yang lahir dari hatiku?

Selamat berefleksi…& Selamat berhari Minggu🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Di tengah dunia yang haus pengakuan, atau validasi, ajalah kami mengenal-Mu bukan dari kata orang, melainkan dari pengalaman bersama-Mu. Teguhkan iman kami agar tetap kokoh, dan biarlah HATI kami menjawab dengan jujur: Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup. Amin.