Daftar Calon Ketua PSSI NTT, Fernando Soares Apresiasi Kepemimpinan Chris Mboeik

Fernando Soares / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Bakal calon Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Soares, mengapresiasi kepemimpinan Chris Mboeik selama memimpin organisasi sepak bola di daerah itu.

Hal tersebut disampaikan Fernando saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PSSI NTT di Sekretariat Komite Pemilihan PSSI NTT, Rabu, 14 Oktober 2026.

Fernando menilai, kepemimpinan Chris Mboeik telah memberikan kontribusi bagi perkembangan sepak bola NTT dan menghasilkan sejumlah prestasi.

“Pak Chris memimpin dengan luar biasa. Kita bisa melihat banyak prestasi yang beliau hasilkan untuk sepak bola NTT,” ungkap Fernando.

Ia menegaskan, keputusannya maju sebagai calon ketua bukan semata-mata untuk menggantikan kepemimpinan sebelumnya, melainkan melanjutkan program dan fondasi yang telah dibangun Chris Mboeik.

“Kami hadir hari ini untuk mendaftarkan diri untuk melanjutkan apa yang sudah disiapkan Pak Chris sampai hari ini,” jelasnya.

Fernando juga menyampaikan terima kasih kepada Farry Francis, Ahmad Yohan, dan Angelo Wake Kako yang telah memberikan dukungan terhadap pencalonannya sebagai Ketua PSSI NTT.

Menurut Fernando, pengembangan sepak bola NTT membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengurus PSSI, klub, pemerintah, hingga pihak-pihak lain yang memiliki perhatian terhadap sepak bola.

“Semua stakeholder akan kita ajak membangun sepak bola NTT,” katanya.

Fernando mengaku telah menyiapkan sejumlah visi dan misi setelah berdiskusi dengan pengurus PSSI kabupaten/kota. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan, memperluas kompetisi, dan meningkatkan prestasi sepak bola NTT.

Salah satu program yang ditawarkannya adalah menambah kompetisi di tingkat daerah, termasuk memisahkan Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) dari Piala Gubernur NTT.

Menurutnya, kompetisi perlu diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, agar klub dan pemain memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang.

Pembinaan pemain usia dini juga menjadi prioritas Fernando. Ia berencana memperkuat pembinaan sejak kelompok usia enam hingga 12 tahun dengan melibatkan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Selain itu, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit melalui pelatihan serta sertifikasi menjadi bagian dari program yang disiapkannya.

Fernando juga menargetkan penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam kompetisi sepak bola di NTT. Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut dapat membantu wasit mengambil keputusan sekaligus meningkatkan kepercayaan tim terhadap hasil pertandingan.

“Supaya pertandingan bisa lebih baik dan semua tim yang bertanding bisa puas dengan keputusan wasit yang diambil dengan teknologi VAR,” ujarnya.

Dalam aspek organisasi, Fernando berkomitmen melibatkan seluruh klub anggota dan PSSI kabupaten/kota. Ia ingin menjadikan PSSI NTT bukan hanya sebagai payung organisasi, tetapi juga sebagai ruang bagi seluruh anggota untuk menyampaikan aspirasi dan berkontribusi dalam memajukan sepak bola daerah.

Ia berharap, melalui pembinaan yang lebih terarah dan kompetisi yang berjenjang, semakin banyak pemain asal NTT yang mampu menembus level nasional.

“Kami ingin anak-anak kita bisa lebih banyak lagi yang bermain di tingkat nasional,” katanya.

Fernando juga berencana menghadirkan TV Bola NTT sebagai media informasi sepak bola bagi masyarakat. Selain menjadi sarana publikasi kompetisi dan aktivitas sepak bola daerah, platform tersebut diharapkan dapat mendukung talent scouting atau pemantauan bakat untuk menemukan pemain-pemain muda potensial dari NTT.(*)