EXPONTT.COM, LABUAN BAJO – Pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Manggarai Barat tinggal menghitung hari. Sebanyak 64 desa di 12 kecamatan akan menggelar pemungutan suara pada Selasa, 29 September 2026.
Sebanyak 181 calon kepala desa akan memperebutkan kepercayaan masyarakat dari total 62.787 pemilih yang tersebar di 138 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut, Forum Peduli Manggarai Barat bersama Keuskupan Labuan Bajo menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar Pilkades berlangsung aman dan damai.
Koordinator Forum Peduli Manggarai Barat, Lorens Logam, mengajak masyarakat di 64 desa menjadikan Pilkades sebagai momentum membangun budaya demokrasi yang sehat sekaligus melahirkan pemimpin desa yang berkualitas untuk masa jabatan sembilan tahun ke depan.
“Saya mengajak kita semua agar menjaga momentum pemilihan kepala desa ini untuk membentuk karakter demokrasi yang sehat, membentuk karakter pemimpin di desa selama sembilan tahun ke depan,” ujar Lorens.
Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap menjaga persaudaraan meski memiliki pilihan politik yang berbeda. Para calon dan pendukungnya juga diminta siap menerima hasil Pilkades, baik menang maupun kalah.
“Mari kita jaga tali persaudaraan dan keakraban yang kita bangun selama ini. Harapannya kepada teman-teman kandidat agar menjaga kerukunan. Siapa pun nanti yang menang dalam kontestasi ini, kita hormati dan hargai semua putusan demokrasi,” katanya.
Panitia Diminta Jaga Netralitas
Lorens juga meminta panitia penyelenggara Pilkades menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan netral. Menurutnya, penyelenggara memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa.
“Kepada teman-teman panitia, agar kita tetap bekerja profesional, transparan, dan tidak memprovokasi kandidat maupun masyarakat. Mari bahu-membahu menjaga marwah demokrasi kita di desa,” tegasnya.
Sementara itu, Romo Ricardus Manggu, Pr dari Keuskupan Labuan Bajo, mengimbau para calon dan masyarakat agar menerima hasil Pilkades dengan lapang dada.
“Ketika kita melakukan pemilihan dan telah mendapatkan hasil Pilkades, hendaknya kita bisa menerima hasil itu dengan terbuka,” kata Romo Manggu.
Ia juga mengingatkan masyarakat dan para pendukung calon agar menghindari euforia berlebihan setelah pemungutan suara. Menurutnya, perbedaan pilihan berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak disikapi secara bijaksana.
“Euforia berlebihan bisa menimbulkan gesekan. Ada yang pro, ada yang kontra, ada yang menang, ada yang kalah. Para pendukung bisa saja bentrok dan menimbulkan kekacauan sehingga harus kita jaga bersama,” jelasnya.
Ingat Situasi Pascagempa Flores
Romo Manggu juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan kondisi warga yang masih berada dalam situasi duka akibat bencana gempa Flores.
“Kita semua masih dalam situasi melewati bencana gempa Flores yang menimpa beberapa saudara/i kita. Mereka tengah berduka kehilangan rumah, anak-anak tidak bisa sekolah, dan banyak yang sakit harus tinggal di tempat pengungsian. Karena itu, mari kita menjaga situasi Kamtibmas,” pungkasnya.
Forum Peduli Manggarai Barat dan Keuskupan Labuan Bajo berharap seluruh pihak dapat menempatkan persaudaraan dan kepentingan masyarakat di atas perbedaan pilihan politik.
Dengan dukungan masyarakat, calon kepala desa, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak terkait, Pilkades Serentak Manggarai Barat 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, damai, dan demokratis.(*)




