Gempa Flores: 53 Orang Meninggal Dunia

Gempa bumi di Flores mengakibatkan sejumlah infrastruktur pelayanan publik rusak / foto: istimewa

EXPONTT.COM – Berdasarkan laporan terbaru dari pemerintah, korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 53 orang dan korban luka-luka sebanyak 110 orang.

Sementara, jumlah masyarakat terdampak gempa bumi di Flores yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 tercatat sebanyak 3.839 jiwa, yang seluruhnya juga tercatat sebagai pengungsi.

Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pendataan di lapangan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah bangunan dan infrastruktur. Tercatat 159 rumah rusak berat, 47 rumah rusak sedang, dan 167 rumah rusak ringan. Selain rumah masyarakat, kerusakan dilaporkan terjadi pada 36 fasilitas pendidikan, 211 fasilitas kesehatan, 11 fasilitas umum, lima rumah ibadah, dan enam gedung perkantoran.

Pemerintah terus melakukan verifikasi terhadap data korban dan kerusakan untuk memastikan penanganan serta bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Pasca kejadian gempa dengan Magnitude 7,7 kemarin, hari ini masih banyak warga yang ketakutan dan memilih untuk tidur di luar rumah, antisipasi gempa susulan yang terus terjadi. Dan wilayah Flores bagian utara itu yang terdampak serius,” jelas Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam rapat koordinasi Penanganan Gempa Flores yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Minggu, 16 Agustus 2026.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Melki meminta pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan akses listrik, jaringan telekomunikasi, dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta bantuan logistik dan kebutuhan dasar di wilayah terdampak.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut sangat penting untuk memastikan proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik, terutama di wilayah yang mengalami gangguan infrastruktur dan akses komunikasi.(*)