EXPONTT.COM, MBAY – Relawan Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores. Sejak hari pertama gempa, Sabtu, 16 Agustus 2026, tim kesehatan MDMC telah diterjunkan ke Kabupaten Nagekeo untuk melakukan pelayanan sekaligus assessment kondisi masyarakat terdampak.
Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Adam Betan, mengatakan, hingga Sabtu, 22 Agustus 2026 relawan masih melakukan pendataan di sejumlah wilayah yang terdampak gempa, terutama di lima desa yang berdasarkan hasil pemantauan masuk dalam kategori terdampak cukup parah.
“Relawan kesehatan saat ini masih melakukan assessment data, mulai dari Desa Nangadhero, Maropokot, Tonggurambang, Mbay II dan Mbay I,” kata Adam Betan saat ditemui di Mbay, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurut Adam, assessment tersebut menjadi dasar dalam menentukan sasaran penyaluran bantuan. Data yang dikumpulkan tidak hanya mencakup kondisi umum masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak dan balita.
“Untuk logistiknya, kita akan membagikan sesuai dengan assessment data. Data yang di-assessment berdasarkan pantauan ada lima desa yang cukup parah,” ujarnya.
MDMC, kata Adam, telah menyiapkan sebanyak 500 paket sembako yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak berdasarkan data yang telah dihimpun oleh relawan di lapangan.
Selain bantuan logistik, MDMC juga membuka Pos Koordinasi (Poskor) Pelayanan Kesehatan MDMC di Kolikapa, Kelurahan Mbay I, Kabupaten Nagekeo. Posko tersebut menjadi salah satu pusat pelayanan dan koordinasi relawan dalam memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa.
Untuk kegiatan kemanusiaan di Nagekeo, MDMC menurunkan total 20 personel, yang terdiri atas 9 tenaga kesehatan (nakes) dan 11 relawan.
Tim kesehatan tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga melakukan pendataan terhadap kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Pendataan tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Adam menjelaskan, gerakan kemanusiaan Muhammadiyah tidak hanya dilakukan di Kabupaten Nagekeo. Tim MDMC juga diterjunkan ke sejumlah wilayah lain di Pulau Flores yang terdampak gempa, yakni Kabupaten Manggarai Raya dan Sikka.
“Kita juga memiliki tim MDMC di Manggarai Barat Manggarai,Manggarai Timur, Sikka dan Nagekeo,” jelasnya.
Gerak cepat relawan Muhammadiyah ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat Flores yang masih menghadapi dampak gempa. Selain memenuhi kebutuhan dasar melalui distribusi sembako, pelayanan kesehatan dan assessment terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan warga, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
Dengan pendataan yang dilakukan secara langsung di lapangan, MDMC berharap bantuan yang disalurkan dapat lebih tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.(***)




