Hoaks: Surat Edaran Gubernur NTT Libur Nonton Final Piala Dunia

Hoaks: Surat Edaran Gubernur NTT Libur Nonton Final Piala Dunia

EXPONTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan bahwa surat edaran yang beredar di media sosial mengenai penetapan libur bersama di hari Senin, 20 Juli 2026 untuk menyaksikan pertandingan final Piala Dunia antara Argentina melawan Spanyol adalah informasi palsu atau hoaks.

Melki Laka Lena menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tidak pernah menerbitkan surat edaran maupun kebijakan yang menetapkan libur bersama untuk kegiatan tersebut.

“Kami memastikan surat edaran yang beredar itu hoaks. Karena hari Senin besok kita tetap laksanakan apel pagi bersama di jam 07.30 dan setelah itu kegiatan pemerintahan tetap berjalan normal. Kami minta masyarakat tidak mudah percaya dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dengan jelas,” tegas Gubernur NTT, Minggu, 19 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa setiap kebijakan terkait hari libur atau perubahan jam kerja instansi pemerintah hanya diumumkan melalui saluran resmi pemerintah dan disertai nomor surat, tanda tangan pejabat berwenang, serta dapat diverifikasi ke instansi terkait.

Gubernur Melki Laka Lena juga mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya sesuai jadwal yang berlaku.

Tidak ada perubahan jam kerja maupun libur bersama yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi NTT terkait pelaksanaan final Piala Dunia 2026.

Lebih lanjut, Gubernur Melki juga mengatakan Pemerintah Provinsi NTT memang mendukung tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut ajang Piala Dunia 2026 yang telah dimulai dari sebulan yang lalu. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan TVRI sehingga masyarakat dapat menyaksikan seluruh pertandingan secara gratis melalui siaran televisi.

Namun demikian, dukungan tersebut tidak pernah diwujudkan dalam bentuk penetapan hari libur daerah maupun penerbitan surat edaran yang meliburkan aktivitas pemerintahan, sekolah, atau pelayanan publik.

“Sekali lagi, informasi mengenai adanya libur bersama untuk menonton final Piala Dunia di hari Senin esok adalah tidak benar dan bukan merupakan kebijakan resmi pemerintah,” jelas Gubernur NTT.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi informasi yang beredar di media sosial sebelum membagikannya kepada orang lain. Seluruh kebijakan resmi pemerintah hanya diumumkan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah dan instansi yang berwenang.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah percaya terhadap surat edaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keasliannya, serta berperan aktif dalam mencegah penyebaran hoaks dengan hanya mengacu pada informasi dari sumber yang resmi.(*)