Ketum PB PERKEMI Sebut NTT Tulang Punggung Kempo Indonesia

EXPONTT.COM, KUPANG – Ketua Umum Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB PERKEMI), Laksamana Madya TNI (Purn.) Agus Setiadji, menyebut Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai mercusuar sekaligus kekuatan utama Kempo Indonesia di panggung internasional.

Hal itu disampaikan Agus saat pengukuhan Pengurus Provinsi (Pengprov) PERKEMI NTT periode 2026–2030 yang dipimpin Julie Sutrisno Laiskodat di Kupang, Minggu, 1 November 2026.

Agus mengatakan, kontribusi NTT sangat besar terhadap perkembangan dan prestasi Kempo Indonesia, baik dari jumlah atlet maupun raihan medali di berbagai kejuaraan internasional.

“NTT memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta olahraga nasional. Kontribusi daerah ini sangat masif, baik dari segi kuantitas atlet maupun raihan prestasi,” ujar Agus.

Besarnya kontribusi NTT juga terlihat dari komposisi atlet. Dari total 219.000 Kenshi di Indonesia, sekitar 23.900 berasal dari NTT. Lebih dari 9.000 di antaranya merupakan Kenshi aktif, dengan 464 atlet telah menyandang sabuk hitam (Yudansha).

Pada Kejuaraan Dunia 2023 di Tokyo, Jepang, Indonesia berhasil menjadi runner-up dari 43 negara dengan raihan empat medali emas, tiga perak, dan lima perunggu. Mayoritas medali tersebut disumbangkan Kenshi asal NTT.

Sebagai pengakuan atas kapasitas dan ketokohan dalam dunia Kempo, dua tokoh asal NTT, Sensei George dan Sensei Alfons, juga diangkat menjadi anggota Majelis Guru, struktur tertinggi dalam PB PERKEMI.

Menghadapi World Taikai 2027 di Nagoya, Jepang, yang bertepatan dengan peringatan 80 tahun Shorinji Kempo dunia, PB PERKEMI menargetkan mengirim lebih dari 150 Kenshi terbaik Indonesia.

NTT juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah utama cabang olahraga Shorinji Kempo pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII mendatang.

Agus optimistis, di bawah kepemimpinan Julie Laiskodat, PERKEMI NTT akan semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat dunia.

“Kami optimistis di bawah kepemimpinan Ibu Julie, PERKEMI NTT akan melompat jauh lebih maju. Target jangka panjang kita adalah melihat Kenshi NTT berdiri di podium tertinggi Olimpiade,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengprov PERKEMI NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, menegaskan komitmennya membangun karakter, disiplin, serta meningkatkan prestasi para Kenshi.

Julie mengatakan, meski baru dikukuhkan, kepengurusan yang dipimpinnya telah menunjukkan hasil positif dengan meraih predikat Juara Umum I pada kejuaraan Kempo di Badung, Bali, bulan lalu.

Dalam kejuaraan tersebut, kontingen NTT yang diperkuat 31 atlet berhasil membawa pulang 23 medali, terdiri dari 10 emas, sembilan perak, dan empat perunggu.

“Prestasi di Bali adalah bukti nyata bahwa NTT memiliki sumber daya manusia yang luar biasa. Ini modal awal yang sangat baik bagi kepengurusan kami,” ujar Julie.

Untuk meningkatkan kemampuan atlet, Pengprov PERKEMI NTT akan segera menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) jangka panjang. Program tersebut dipersiapkan untuk menghadapi World Taikai 2027 di Nagoya sekaligus mengukur kesiapan atlet menuju PON XXII.

Julie mengungkapkan, pihaknya membidik peningkatan perolehan medali pada kejuaraan dunia mendatang. Jika pada kejuaraan dunia sebelumnya atlet NTT menyumbangkan tiga emas, pada World Taikai 2027 pihaknya menargetkan empat hingga enam medali emas.

“Untuk target di Nagoya tahun 2027 nanti, kami membidik minimal empat hingga enam medali emas. Kita harus terus bergerak maju,” tegasnya.

Dalam menjalankan organisasi, Julie akan didampingi Simpai George sebagai Ketua Harian dan Simpai Alfons yang membidangi sektor teknis dan kepelatihan.(*)