EXPONTT.COM, KUPANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyetujui penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi NTT Rp30 miliar ke PT Bank Pembangunan Daerah NTT Perseroda (Bank NTT).
Dengan tambahan modal tersebut, Bank NTT siap “tancap gas” memperluas layanan dan meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT pun menyatakan dukungan penuh agar investasi pemerintah itu mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, Rabu, 22 Juli 2026 menyebut, dengan tambahan modal dari Pemprov NTT, Bank NTT berencana memperbaiki infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) serta kepatuhan tata kelola.
Charlie menjelaskan, dalam rencana bisnis Bank NTT tahun 2027, Bank NTT akan membangun dua kantor baru di Oelamasi, Kabupaten Kupang dan di Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Bank NTT juga berencana merevitalisasi gedung-gedung fungsional yang lama untuk dimaksimalkan.
“Kalau tambahan modal begitu, kita mau bangun kantor baru, di Borong, di Oelamasi. Kita mau revitalisasi kita punya kantor-kantor fungsional yang belum terlalu baik penampilannya,” jelasnya usai RDP.
Lebih lanjut, Charlie Paulus mengungkapkan, Bank NTT juga akan melakukan pengembangan-pengembangan, terutama di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal pelayanan, budaya kepatuhan terhadap aturan untuk mencegah tindakan kecurangan atau penipuan yang disengaja di lingkungan perbankan oleh pihak internal maupun eksternal (Fraud) dan hal yang merugikan Bank NTT.
“Kita mau didik kantor-kantor cabang mereka punya culture enterpruner. Ini kan lembaga bisnis, jadi pimpinan cabang dan kantor cabang harus punya kreatifitas bagaimana mengembangkan bisnis ke depan, tentu dengan memperhatikan situasi dan potensi lokalnya seperti apa,” jelas Charlie Paulus.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi Nange, menyebut dari hasil RDP, DPRD memberikan tanggapan yang positif terhadap rencana bisnis Bank NTT dan mendukung penuh penyertaan modal Rp30 miliar ke Bank NTT. Hal itu karena Bank NTT memiliki penilaian yang sehat dan juga terus memberikan kontribusi PAD setiap tahunnya.

“Di tahun buku 2025 itu Bank NTT memberikan kontribusi PAD sebesar Rp37 miliar. Bank NTT juga menargetkan jika ada penyertaan modal Rp30 miliar mereka akan memperbaiki infrastruktur dan mendukung pemprov dalam penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) khususnya mendukung program OVOP yang menyentuh sektor pertanian, peternakan dan perikanan,” jelasnya.
Diwawancarai terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Christoforus Loko, menyatakan pihaknya mendukung penuh rencana bisnis Bank NTT yang dipaparkan jajaran direksi untuk tahun 2027 dan menyetujui penyertaan modal Rp.30 miliar secara penuh.

“Hampir semua teman-teman anggota komisi bersepakat mendukung penuh penyertaan modal ke Bank NTT, supaya berbagai rencana bisnis yang dirancang bisa eksekusi sesuai dengan waktunya, supaya bisa mendorong percepatan ekonomi daerah dan berkontribusi dalam peningkatan pendapatan dan daerah,” jelas Politisi PAN ini.
Lebih lanjut, Komisi III DPRD NTT optimis performa Bank NTT akan semakin melejit ke depan mengingat saat ini Badan Usaha Milik Daerah Provinsi NTT ini dalam keadaan yang sangat sehat.
“Kami optimis dengan Bank NTT, dari hasil evaluasi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan sejumlah lembaga penilaian dalam keadaan sehat, jadi tidak ada masalah,” tambah Christo Loko.(*)




