EXPONTT.COM, KUPANG – Sebanyak Rp225 juta berhasil terkumpul dalam Charity Night atau malam amal yang digelar panitia Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 5 Oktober 2026.
Malam amal tersebut digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT sebagai bagian dari rangkaian persiapan sepekan menjelang pembukaan PESONAS II 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Dari total dana yang terkumpul, Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Laiskodat, menjadi penyumbang terbesar dengan donasi sebesar Rp100 juta.
PESONAS II 2026 akan berlangsung di Kota Kupang pada 14-18 Oktober 2026. Ajang nasional ini diikuti 1.128 atlet dari 25 provinsi yang akan berkompetisi pada tujuh cabang olahraga, yakni atletik, tenis meja, bulu tangkis, senam ritmik, sepak bola, renang, dan bocce.
Gubernur: PESONAS Jadi Gambaran Kesiapan NTT untuk PON
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan penyelenggaraan PESONAS II 2026 menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan NTT sebagai salah satu tuan rumah PON 2028.
Menurut Melki, pelaksanaan PESONAS juga bertepatan dengan kedatangan delegasi KONI Pusat yang akan melakukan penilaian terhadap kesiapan NTT sebagai tuan rumah PON.
“Jadi PESONAS ini penentu PON kita jadi atau tidak dan dapat berapa cabang olahraga,” tegasnya.
Karena itu, Melki meminta panitia mempersiapkan PESONAS II 2026 sebaik mungkin dengan menerapkan standar penyelenggaraan PON, termasuk dari sisi venue pertandingan maupun akomodasi atlet.
“Harus bagus kita bikin, meskipun kita tahu dana di panitia masih cekak, kita harus duduk bersama,” tambahnya.
Melki mengakui penyelenggaraan kegiatan sebesar PESONAS tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Ia juga berharap PESONAS II 2026 meninggalkan kesan positif bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari atlet, ofisial, pendamping, panitia hingga masyarakat.
Menurutnya, manfaat PESONAS tidak hanya diukur dari sisi olahraga, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian dan berbagai sektor lainnya di NTT.
Butuh Dukungan Banyak Pihak
Ketua Panitia PESONAS II 2026 NTT, Reny Maelina Un, mengatakan penyelenggaraan ajang tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Dana tersebut dibutuhkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi antar-jemput atlet ke venue pertandingan, kostum, medali, hingga perlengkapan pertandingan yang ramah difabel sesuai standar Special Olympics.
Selain itu, panitia juga harus memastikan venue pertandingan tersedia dalam kondisi aksesibel dan aman bagi para atlet.
“Dengan keterbatasan APBD, Pemerintah Provinsi NTT sudah berkomitmen untuk ikut mendukung panitia. Namun, masih banyak kebutuhan yang belum bisa kami penuhi untuk anak-anak istimewa ini tanpa uluran tangan Bapak/Ibu sekalian,” ujarnya.
Karena itu, Reny mengajak berbagai pihak untuk ikut memberikan dukungan agar PESONAS II NTT 2026 dapat terselenggara dengan baik hingga selesai.
“Dengan segala kerendahan hati, kami mengetuk hati Bapak/Ibu sekalian untuk sedikit berbagi sehingga PESONAS II NTT Tahun 2026 ini bisa terselenggara dengan baik sampai selesai,” tambahnya.
Menurut Reny, PESONAS II 2026 bukan sekadar momentum bagi NTT sebagai tuan rumah, tetapi juga kesempatan menunjukkan komitmen daerah dalam membangun provinsi yang semakin maju dan inklusif.
“Ini bukan saja soal NTT menjadi tuan rumah, tapi bagaimana NTT juga menjadi contoh provinsi yang semakin maju dan inklusif karena mampu memberi kesempatan yang setara bagi anak-anak istimewa untuk tetap bertumbuh, selayaknya kesempatan yang diberikan kepada anak-anak lainnya,” katanya.
Ia berharap PESONAS II 2026 memberikan multiplier effect bagi UMKM, perekonomian daerah, pariwisata, hingga peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Ajang tersebut juga diharapkan menjadi gambaran kesiapan NTT menuju penyelenggaraan PON 2028, ketika NTT menjadi salah satu tuan rumah.
“Harapan kita, lewat ajang ini kita bisa mengirimkan atlet-atlet NTT ke ajang Special Olympics World Games (SOWG) di Santiago, Chile, pada Oktober 2027 mendatang,” ujarnya.(*)




