Siap Pimpin PSSI NTT, Fernando Soares Bawa Program VAR hingga TV Bola

Fernando Soares resmi mendaftar sebagai Calon Ketua PSSI NTT, Rabu, 14 Oktober 2026 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Fernando Soares resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026–2030, Rabu, 14 Oktober 2026.

Fernando datang bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja, Ketua Komisi V DPRD NTT Yadin Pua Reke, serta sejumlah pemilik klub dan ketua PSSI kabupaten.

Komite Pemilihan PSSI NTT yang menerima berkas pendaftaran Fernando menyatakan dokumen yang diserahkan telah lengkap.

Usai mendaftar, Fernando mengklaim telah mengantongi dukungan dari 24 PSSI kabupaten dan klub pemilik hak suara atau voters. Meski demikian, ia menegaskan konsolidasi tetap akan dilakukan hingga menjelang pemilihan.

“Dukungan sudah ada 24, tapi konsolidasi akan tetap kita lakukan. Nanti kita lihat di ujungnya seperti apa,” ungkapnya.

Fernando mengatakan telah menyiapkan sejumlah visi dan misi setelah berdiskusi dengan pengurus PSSI kabupaten/kota. Program tersebut diarahkan untuk melanjutkan pengembangan sepak bola NTT agar semakin berprestasi.

Salah satu program yang ditawarkannya adalah menambah kompetisi sepak bola di tingkat daerah. Fernando berencana memisahkan kompetisi Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) dari Piala Gubernur NTT.

Menurutnya, kompetisi sepak bola perlu diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, sehingga memberikan lebih banyak ruang bagi klub dan pemain untuk berkembang.

Pembinaan pemain usia dini juga menjadi salah satu prioritasnya. Fernando berencana memperkuat pembinaan sejak usia enam tahun hingga 12 tahun dengan melibatkan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Selain pembinaan pemain, ia menargetkan peningkatan kapasitas pelatih dan wasit melalui pelatihan serta sertifikasi.

Fernando juga ingin menghadirkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) sebagai standar dalam kompetisi sepak bola di NTT untuk meningkatkan kualitas pertandingan dan membantu wasit mengambil keputusan.

“Supaya pertandingan bisa lebih baik dan semua tim yang bertanding bisa puas dengan keputusan wasit yang diambil dengan teknologi VAR,” ujarnya.

Dalam aspek organisasi, Fernando menegaskan akan melibatkan seluruh klub anggota dan PSSI kabupaten/kota dalam kepengurusan. Ia ingin PSSI NTT tidak hanya menjadi payung organisasi sepak bola, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi dan bersama-sama membangun sepak bola NTT.

“Kami ingin anak-anak kita bisa lebih banyak lagi yang bermain di tingkat nasional,” katanya.

Fernando juga berencana menghadirkan TV Bola NTT sebagai media informasi sepak bola bagi masyarakat. Platform tersebut diharapkan menjadi sarana talent scouting atau pemantauan bakat untuk menemukan pemain-pemain muda potensial dari NTT.

Sementara itu, Ketua Komite Pemilihan Ketua PSSI NTT, Pieter Fomeni, mengatakan Fernando Soares merupakan pendaftar kedua setelah Christian Mboeik yang lebih dahulu mendaftarkan diri pada Selasa, 13 Oktober 2026 malam.

“Tadi malam Pak Chris Mboeik sudah mendaftar, Pak Nando kedua. Kita menunggu sampai tanggal 17 nanti untuk pendaftaran ini,” jelas Pieter.

Setelah masa pendaftaran ditutup pada 17 Oktober 2026, Komite Pemilihan akan melakukan verifikasi dokumen para bakal calon untuk kemudian mengumumkan hasilnya.

Pemilihan Ketua PSSI NTT periode 2026–2030 dijadwalkan berlangsung dalam Kongres PSSI NTT pada 7 November 2026.(*)