EXPONTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena, menyebut, pengelolaan potensi daerah tidak akan maksimal tanpa kolaborasi yang kuat antara kampus, pemerintah daerah, dan dunia industri.
Hal itu disampaikan Melki Laka Lena saat Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi se-NTT yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV di Hotel Harper Kupang, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurutnya, potensi alam NTT perlu dikelola secara optimal melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.
Untuk itu, dirinya menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan dunia industri untuk mempercepat pembangunan di NTT melalui penguatan riset, inovasi dan hilirisasi hasil penelitian.
Melki menekankan sinergi tersebut harus diwujudkan secara nyata melalui penyelarasan program, penguatan riset terapan, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
“Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi harus diwujudkan dalam aksi konkret yang berdampak langsung, sehingga mampu mempercepat transformasi pembangunan di Nusa Tenggara Timur menuju daerah yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melki Laka Lena berharap perguruan tinggi dapat terus menghasilkan riset yang aplikatif dan sesuai kebutuhan daerah, sementara dunia industri berperan dalam hilirisasi hasil inovasi agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.
“Perguruan tinggi harus menjadi gerbong utama dalam mendorong lahirnya inovasi, riset terapan, serta gagasan-gagasan yang membumi dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara riset, inovasi, dan kebijakan pembangunan akan menjadi penggerak utama dalam mempercepat transformasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di NTT.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Adrianus Amheka mengatakan Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi se-NTT menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi, menyatukan persepsi, dan merumuskan langkah konkret dalam membangun sinergi yang lebih efektif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Prof. Adrianus berharap, forum tersebut melahirkan gagasan inovatif dan komitmen bersama yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di NTT secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, antara lain Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Dr. M. Fauzan Adziman mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Kepala BRIN Prof. Arif Satria, Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, Plt Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek Nur Syarifah, serta jajaran direktur di lingkungan Kemdiktisaintek.
Turut hadir pula pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, kepala daerah dan wakil kepala daerah dari sejumlah kabupaten di NTT, pimpinan BUMN dan BUMD, perbankan, serta mitra strategis lainnya.
Sejumlah kepala daerah yang hadir dalam forum tersebut antara lain Bupati Nagekeo, Bupati Timor Tengah Utara, Bupati Ngada, Bupati Belu, Bupati Manggarai Timur, Wakil Bupati Flores Timur, Wakil Bupati Sumba Barat, Wakil Bupati Malaka, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya.




