Dari Beasiswa hingga Jalan Rusak, Neda Lalay Pastikan Aspirasi Warga Maulafa Tak Berhenti di Forum Reses

Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay saat reses di Kelurahan Maulafa, Kamis, 6 Agustus 2026 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kupang, Neda Ridla Lalay, menggelar Reses Tahap III Tahun 2025/2026 di RT06/RW01 Kelurahan Maulafa, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari beasiswa dari pemerintah, jaminan kesehatan daerah, penerangan jalan hingga infrastruktur jalan.

Chris Nenohain, misalnya mempertanyakan soal beasiswa bagi mahasiswa. Dirinya mengaku, di tahun 2025 lalu anaknya mendapatkan beasiswa dari pemerintah, namun di tahun ini tidak mendapatkan lagi. “Tahun lalu itu dapat, tahun ini kasih masuk berkas juga, tapi tidak dapat, apakah beasiswa itu masih ada atau tidak,” katanya.

Sementara, itu novita adam mengaku sejumlah warga di daerah tersebut kesulitan saat sakit. Dirinya mempertanyakan, apakah pemerintah masih bisa membantu warga yang tidak bisa membayar BPJS dan bagaimana agar bisa mengaksesnya.

Aspirasi lainnya datang dari Angga Kabora yang merupakan Ketua RT setempat. Dirinya kembali mengeluhkan infrastruktur di pertigaan Jalan S.D Laning dan HTI Maulafa yang tak kunjung di perbaiki meski telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Kupang dan Ketua DPRD Kota Kupang. Selain itu, sejumlah lampu penerangan jalan yang saat ini mati juga menjadi aspirasi warga untuk disampaikan Neda kepada pemerintah.

Salah seorang warga saat menyampaikan aspirasi kepada Neda Lalay / foto: Gorby Rumung

Neda Siap Perjuangkan Kebutuhan Warga

Terkait beasiswa bagi mahasiswa, Neda menjelaskan, jika program beasiswa bagi mahasiswa masih digulirkan oleh Pemerintah Kota Kupang di tahun ini. Namun kuota yang disiapkan memang menurun karena penyesuaian dengan efisiensi dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Diketahui, kuota penerima beasiswa kuliah di tahun ini menurun menjadi 695 orang, sementara tahun lalu terdapat lebih dari 1.000 mahasiswa mendapatkan beasiswa dari pemkot.

Sementara terkait dengan Jaminan Kesehatan Daerah atau BPJS yang ditanggung pemerintah, kata Neda, setiap warga yang tidak mampu memiliki hak untuk ditanggung BPJSnya oleh Pemkot Kupang.

“Saya berharap semua masyarakat tidak mampu di Kecamatan Maulafa mendapatkan Jamkesda, karena itu hak dan pemerintah menyiapkan anggaran cukup besar untuk jaminan kesehatan masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Dirinya mendorong setiap warga yang tidak mampu agar beralih ke BPJS tanggungan pemerintah. Neda mengaku siap memfasilitasi masyarakat untuk mengakses BPJS yang ditanggung pemerintah. “Siapkan berkas, kalau sulit ketemu saya, silahkan antar ke Kantor DPRD, bilang ini titipan untuk Mama Neda, saya segera proses. Jika tidak ada kendala, dalam 24 jam BPJS akan aktif,” ujarnya

Lebih lanjut, terkait jalan infrastruktur di pertigaan Jalan S.D Laning dan HTI Maulafa, Neda menjelaskan, dari informasi yang dirinya himpun, jika perencanaan jalan tersebut telah berjalan, namun pemerintah menghadapi kendala dengan warga sekitar. Dirinya berharap warga bisa ikut mendukung pemerintah dalam pembangunan jalan tersebut.

Terkait penerangan jalan, Neda dihadapan warga menyatakan akan membantu dengan uang pribadi untuk pengadaan lampu agar warga tidak menunggu lama. “Itu sudah ada tiangnya kan, kalau lampu biar saya bantu untuk belikan. Pak RT tolong bantuannya berkoordinasi dengan UPTD lampu untuk pemasangan,” ujarnya dan disambut positif oleh warga.

Lebih lanjut, Neda berkomitmen seluruh aspirasi warga Maulafa menjadi aspirasi Fraksi NasDem DPRD Kota Kupang. “Ini bukan janji politik, ini janji keluarga,” ungkapnya.

Bagi Neda Lalay, pertemuan dengan warga Kelurahan Maulafa menjadi pertemuan cinta, karena dirinya bisa berdiskusi terkait kondisi yang dihadapi masyarakat. Dirinya mengaku membantu masyarakat merupakan tujuan utamanya berada di politik dan legislatif.

“Saya sebagai seorang ibu, sebagai ibu rumah tangga tulen, saya sering melihat banyak orang yang kesulitan, tapi dengan keterbatasan saya, saya hanya bisa bantu keluarga. Namun dengan berada di legislatif saya bisa bertemu bapa mama, membantu bapa mama, membantu lebih banyak orang,” pungkasnya.(*)