Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari terkadang, ada orang yang mencari muka, atau menjilat. Ciri orang tersebut adalah di depan kita dia kelihatan baik, bahkan sering memuji, menyanjung, tetapi di belakang kita orang tersebut menjelek-jelekkan kita. Jadi, istilah nya angkat dahulu, setelah itu baru dibanting. Apalagi terhadap pimpinan. Ibaratnya lain di bibir, lain di HATI. Atau orang yang muka-belakang. Pada hari ini, bangsa kita merayakan hari Raya Kemerdekaan RI.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 22: 15 – 21, yakni dengan tentang membayar pajak kepada Kaisar. Para saudaraku, kita hidup di zaman pencitraan. Di media sosial tampak bahagia, di kantor tampak patuh, di gereja tampak saleh, tetapi di balik layar sering lain cerita. Inilah wajah ganda: lain di muka, lain di belakang. Kemunafikan yang halus, tetapi berbahaya.Yesus tidak mencari muka. Ia tidak terpukau oleh sanjungan, tidak takut oleh ancaman. Ketika orang Farisi dan Herodian datang dengan pujian manis, Yesus menyingkap isi HATI mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?” Ia membongkar topeng mereka, menolak bermain peran. Baginya, kejujuran di hadapan Allah jauh lebih mulia daripada popularitas di hadapan manusia. Pesan-Nya jelas: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Koin bergambar Kaisar kembali kepada Kaisar. Tetapi kita bergambar Allah, maka seluruh hidup kita harus kembali kepada Allah, bukan dengan topeng, bukan dengan pura-pura, melainkan dengan HATI yang jujur. Sebab di dunia modern, wajah ganda hadir di mana-mana: memuji bos di depan, mencibir di belakang; berkata “Amin” di gereja, tetapi HATI berkata “Bosan”; tersenyum di media sosial, tetapi menangis di kamar. Semua itu adalah bentuk mencari muka. Tetapi Yesus mengajarkan: katakan kebenaran dalam KASIH, jangan menjilat, jangan memanipulasi. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk hidup transparan. Tidak ada ruang bagi topeng rohani atau basa-basi manis. Dunia boleh mengajarkan diplomasi palsu, tetapi Yesus mengajarkan integritas sejati.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, berhentilah menjadi aktor panggung. Jangan hidup dengan dua muka. Ingatlah: wajah manusia bisa tertipu, tetapi wajah Allah menembus HATI. Pada akhirnya, hanya satu muka yang penting, yakni muka Bapa di surga yang tersenyum melihat anak-Nya hidup dalam kebenaran. Lebih baik kehilangan muka di dunia, daripada kehilangan wajah Allah yang abadi.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah ada wajah ganda yang sering saya pakai: tampak saleh di depan, tetapi HATI berbeda di belakang?
2. Dalam relasi sehari-hari, apakah saya lebih memilih menyenangkan manusia daripada hidup jujur di hadapan Allah?
3. Apakah saya berani kehilangan muka di dunia demi mendapatkan wajah Allah yang tersenyum atas hidup saya?
Selamat berefleksi 🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, ampunilah kami yang sering hidup dengan dua muka, lain di depan, lain di belakang. Ajalah kami untuk jujur, tulus, dan berani berkata benar, meski dunia menuntut pencitraan dan kepura-puraan. Tolong kami agar tidak mencari muka manusia, tetapi mencari wajah-Mu yang tersenyum atas hidup kami. Amin.




