PHRI NTT Gelar Musda IV, Hansel Liyanto Calon Ketua Tunggal

Musda IV BPD PHRI NTT, Kamis, 13 Agustus 2026 di Harper Hotel Kupang / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV, di Harper Hotel Kupang, Kamis, 13 Agustus 2026.

Musda IV BPD PHRI NTT dengan tema “Bersatu dan Berinovasi di Tengah Dinamika Ekonomi – Ayo Bangun NTT”, menjadi momen penting bagi insan hotel dan restoran untuk menentukan nahkoda baru untuk periode 2026-2031.

Acara pembukaan musda dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Pemprov NTT, Lerry Rupidara yang mewakili Gubernur NTT dan dihadiri Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak yang hadir mewakili Wali Kota Kupang, serta forkopimda dan pimpinan perusahaan swasta dan BUMN.

Ketua Panitia Musda IV BPD PHRI NTT, Michael Tamara, melaporkan, musda yang keempat ini dihadiri oleh ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI dari kabupaten/kota se-NTT serta para pemilik serta manajer hotel dan restoran. Dirinya menyebut, dari hasil penjaringan, terdapat satu nama yang menjadi yang menjadi calon Ketua PHRI NTT, yakni Hansel Liyanto.

Ketua PHRI NTT 2021-2026, Juvenile Jodjana, dalam kesempatan tersebut, meminta dukungan penuh pemerintah bagi para pengusaha perhotelan dan restoran. “Saya berharap pemerintah daerah, kami diberi ruang untuk mengembangkan setiap aspek komersial, sehingga nanti bisa ada timbal balik akan memberi kontribusi yang lebih banyak ke daerah,” katanya.

Juvenil Jodjana dalam kesempatan tersebut juga memaparkan jika PHRI NTT dalam lima tahun terakhir mengalami perkembangan pesat. Dari awal beranggotakan 20 hotel dan restoran, kini menjadi 100 anggota, serts melantik BPC se-NTT. “Masih ada 12 BPC yang akan menjadi tanggungjawab ketua berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Juvenil mengatakan, PHRI NTT selama ini juga terus membangun kerja kolaborasi dengan para petani lokal dalam menyerap hasil produksi ke hotel-hotel dan restoran. “Kami juga sudah sampaikan ke gubernur, wali kota dan para bupati, PHRI ready sebagai opstake dari produk UMKM lokal, selama memenuhi standar,” tegasnya.

PHRI kata Juvenil juga siap menyerap produk-produk dari Program Pemprov NTT, One Village One Product (OVOP) dari semua kabupaten sesuai dengan kebutuhan.

Sementara itu, Ketua Umum BPP PHRI, Hariyadi Sukamdani, mengaku terkesan dengan perkembangan PHRI di NTT meski secara relatif tidak semua daerah menjadi tujuan utama wisatawan.

Dirinya berharap capaian yang telah dibuat oleh Juvenile bisa diteruskan oleh ketua selanjutnya, yakni Hensel Liyanto.

Mengingat tantangan yang dihadapi dunia pariwisata Indonesia saat ini, Hariyadi berpesan agar PHRI NTT tidak patah semangat dan tidak kehabisan akal untuk berkembang.

“Kami berharap Mas Hansel sebagai penerus Pak Juvenile bisa mengembangkan lebih jauh lagi supaya NTT jadi tujuan wisata kita, terutama di wilayah timur,” ungkapnya.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Pak Juvi bersama jajaran BPD PHRI NTT yang selama lima tahun telah menjalankan tugas dengan baik dan memberikan kontribusi terbaiknya,” tambahnya.

Gubernur NTT yang diwakili Asisten Perekonomian, Dr. Lerry Rupidara, menyebut, PHRI NTT sebagai ujung tombak penting dalam pembangunan NTT terutama di bidang pariwisata. Untuk itu, Pemprov NTT, mengucapkan selamat atas terselenggarakannya Musda PHRI NTT.

“Terima kasih kepada Pak Juvi dan pengurusa yang lama dan selamat kepada pengurusan PHRI yang baru,” ujarnya.

Hingga berita ini diteebitkan, Musda IV BPD PHRI NTT masih berjalan, dijadwalkan pelantikan ketua dan pengurus periode 2026-2031 akan dilaksankan lada malam hari.(*)