Penduduk Miskin di NTT Naik Jadi 1,04 Juta Jiwa

Ilustrasi penduduk miskin

EXPONTT.COM, KUPANG – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 17,52 persen, meningkat 0,02 persen poin terhadap September 2025.

“Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 1,04 juta jiwa, meningkat 6 ribu jiwa jika dibandingkan September 2025, namun menurun 51 ribu jiwa jika dibanding Maret 2025,” tulis BPS dalam rilis resminya yang diterima ExpoNTT, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dijelaskan BPS, Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2026 sebesar 6,71 persen, menurun dibandingkan September 2025 yang sebesar 6,96 persen.

Presentase penduduk miskin di NTT dari Maret 2022 hingga Maret 2026 / sumber: Data BPS

Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2026 sebesar 21,64 persen,
meningkat dibandingkan September 2025 yang sebesar 21,48 persen.

Dibanding September 2025, jumlah penduduk miskin Maret 2026 perkotaan menurun sebanyak 2,7 ribu jiwa (dari 112,54 ribu jiwa pada September 2025
menjadi 109,82 ribu jiwa pada Maret 2026).

Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan meningkat sebanyak 8,7 ribu jiwa (dari 919,15 ribu jiwa pada September 2025 menjadi 927,83 ribu jiwa pada Maret 2026).

Garis Kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp584.252,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp440.040,- (75,32
persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesarRp144.212,-(24,68 persen).

Pada Maret 2026, rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi NTT memiliki 5,54 jiwa anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp3.236.756,-/rumah tangga miskin/bulan.(*)