Opini  

DARURAT Bencana Versus Klasterisasi DESIL Bantuan Perumahan Rakyat

Oleh : Fery Meze

PAGI – PAGI sekali pada 15 Agustus 2026 Pulau Flores di Guncang Gempa dengan Kekuatan 7.7 M, tragedi yang berulang 34 tahun silam. 

Goncangan masih terngiang dalam ingatan, membekas dan menyisahkan trauma yang mendalam.

BENCANA itu tidak lewat dan berlalu begitu saja, Gempa meninggalkan dampak buruk bagi penghuni Flores diantarannya :

1. Korban Jiwa

2. Cacat Fisik

3. Gangguan Psykis, trauma hebat

4. Kerusakan infrastruktur Pertanian

5. Kerusakan fasilitas umum seperti perkantoran, gedung sekolah, jalan, jembatan, dll

6. Kerusakan rumah – rumah warga.

7. Dampak – dampak lainnya, yang menggangu pertumbuhan ekonomi.

Dampak – dampak dari Gempa menggangu sendi – sendi kehidupan normal, semua rutinitas harian terputus dan berjalan tidak sewajarnya.

Anak – anak belum bisa ke Sekolah karena Gedung sekolah rusak, warga yang rumahnya rusak belum bisa masuk rumah untuk memulai kehidupan normal dan tentang ini, semua bertanya dengan nada cemas SAMPAI kapan anak – anak tidak ke Sekolah !! Setidaknya anak – anak bisa mulai KBM di tenda atau di taman sekolah.

Sampai kapan warga yang rumahnya rusak bertahan di tenda pengungsian umum dan mandiri !! 

MASA PENANGAN GEMPA terus berjalan sejak hari pertama Gempa hingga saat ini, oleh Pemerintah melalui BPBD – BNPB – BASARNAS dan juga oleh pihak – pihak BUMN, Swasta seperti LSM, dll yang peduli dengan pulau Flores.

Di fase penanganan ini Korban Gempa mendapat perhatian jangka pendek pemenuhan kebutuhan dasar untuk konsumsi, kesehatan jasmani dan pemulihan Psykis.

Pengungsi di Posko umum, posko mandiri mendapat bantuan sembako, dll untuk bertahan di fase ini.

STATUS DARURAT Bencana 14 hari pertama sejak Hari Tragedi sesuai standar BNPB berakhir 28 Agustus, dan kita bisa melihat berikut merasakan bagaimana Negara menangani Bencana ini sesuai dengan standar umum yang berlaku hingga klimaksnya pada Kunjungan Presiden di Nagekeo sebagai pusat Gempa.

Secara Pribadi saya melihat dan merasakan bahwa 14 Hari Pertama, penangan Bencana cukup baik dan menyentuh keluhan Masyarakat, walaupun masih ada yang tercecer akibat human eror, kacaunya data base penduduk, dll namun kita tetap bersyukur.

Gempa tidak berhenti di hari sabtu tragedi 15 Agustus itu, hingga saat ini GEMPA SUSULAN dengan kekuatan dibawah 7.7 M masih terus mengguncang pulau Bunga ini dan meninggalkan dampak lanjutan yang kian memparah kerusakan.

Gempa – gempa susulan menambah kerusakan bangunan ifrastruktur, menambah kerusakan rumah Rakyat, menambah kerusakan mental psykis masyarakat, menambah kerusakan ekonomi akibat dari belum adanya pergerakan warga untuk mulai bangkit dan bukan tidak mungkin bisa ada potensi menambah korban jiwa.

Gempa – gempa susulan ini, menurut rilisan BMKG dan pendapat para ahli bisa berlanjut 2 hingga 3 minggu kedepan dan bahkan bisa lebih.

Pada Fase Gempa susulan ini, pemulihan dan sentuhan perlu tetap dijalankan dengan target :

1. Pemulihan Mental korban

2. Pendataan, survey, verifikasi rumah – rumah terdampak Gempa

3. Pencarian solusi jangka pendek agar Korban rumah rusak bisa kembali ke rumah dan mulai membangun ekonomi seperti mulai kesawah, kebun, dll.

4. Bagaimana cara agar anak – anak bisa kembali ke Sekolah dan mulai KBM diluar ruangan.

5. Bagaimana cara agar UMKM bisa kembali jalan.

6. Bagaimana caranya agar Petani bisa kembali beraktifitas, sehingga pasca gempa tidak terjadi defisit pangan dan lain – lain.

7. Bagaimna membangkitkan sendi – sendi kehidupan yang ada untuk kembali mulai bergerak perlahan.

Untuk bisa masuk hingga fase pemulihan jangka pendek, maka status darurat bencana ini perlu diperpanjang hingga 4 sampai 5 bulan kedepan untuk bisa mencapai target – target pemulihan dan antisipasi musim penghujan Pasca Gempa, dengan kerentanan tanah yang tidak stabil.

Gempa menghantam siapa saja tanpa pandang profesi. Masyarakat biasa, ASN, Pengusaha, dll semuanya terkena dampak baik ringan – sedang – berat .

Penghuni pulau Flores tanpa terkecuali, menjadi korban dari guncangan dasyat 7.7 M itu.

Fasilitas umum, bangunan rumah – rumah rusak, bahkan hingga cacat fisik dan korban jiwa.

RUMAH menjadi infrastruktur prioritas yang perlu di pulihkan terlebih dahulu, karena rumah adalah jantung utama sendi – sendi kehidupan.

Rumah menjadi pusat pergerakan ekonomi Rakyat, Rumah menjadi pusat kehidupan generasi dan rumah juga penentu kesehatan Jasmani, Rohani terjaga.

Pentingnya pemulihan RUMAH terlebih dahulu, maka diharapkan Pemerintah Pusat melalui BNPB, BPBD Daerah bisa bergerak cepat untuk melakukan verifikasi kerusakan rumah – rumah sehingga dengan skema dana tanggap darurat bisa memberikan sentuhan stimulus agar Masyarakat bisa mulai memperbaiki Rumah.

Apakah dengan skema dana tanggap darurat bisa mengakomodir semua warga terdampak bencana Gempa kita tunggu dan berharap cemas, semoga saja bisa.

Bencana banjir bandang Mauponggo masih segar dalam ingatan kita, bahkan luka bathin korban belum pulih 100 %.

Bantuan tanggap darurat bencana banjir Mauponggo, khusus pemulihan rumah dan infrastruktur jembatan sampai saat ini belum direalisasikan PADAHAL dalam cakupan kecil dan yang menjadi kekhawatiran bagaimana dengan pemulihan rumah – rumah terdampak gempa untuk se – Flores!!

Apakah melalui skema Dana tanggap darurat bisa kuat menalangi pemulihan puluhan ribu unit rumah yang rusak !, kita tunggu saja.

Ada alternatif menggunakan skema bantuan perumahan Rakyat bagi terdampak Gempa dari Kementerian Perumahan, dan ini berpotensi bisa menjadi solusi untuk meringankan beban Rakyat.

Bantuan pemulihan Rumah Rakyat melalui skema kementerian Perumahan, bisa meringankan Rakyat namun tantangannya sistem KLASTERISASI DESIL yang tidak memungkinkan mengakomodir semua korban gempa tampa pandang Profesi.

Sistem Desil hanya mengakomodir Rakyat yang benar – benar miskin dan tidak mampu, sementara dampak dari Gempa itu merusak semua rumah tanpa pandang profesi.

 

Ada Ribuan ASN, TNI, Polri yang rumahnya juga luluh lanta dihantam gempa, apakah mereka bukan korban !! Apakah mereka tidak layak dapat sentuhan Negara, apakah mereka tidak layak mendapat pemulihan hanya karena mereka itu Aparatur Negara dan hanya karena mereka itu pengusaha!!

Dibelakang ASN, TNI Polri, Pengusaha ada keluarga yang jadi korban keganasan Bencana Gempa.

Pembagian Desil tentu secara regulasi tidak bisa mengakomodir semua terdampak gempa termasuk Aparatur Negara, apa ada solusi ? Saya sangat yakin ada ruangan kebijakan yang bisa dibuat oleh Negara untuk mengakomodir semua terdampak tanpa pandang profesi dan status sosial dengan meniadakan SISTEM DESIL khusus KORBAN BENCANA ALAM.

Kita doakan agar bencana ini segera berakhir, dan Flores boleh mulai bangkit menata kehidupan secara normal.

# Ayo Bangkit Flores #