EXPONTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Kredit Usaha Rakyat di Bank NTT yang sudah bisa diakses di tahun 2026 ini.
Diketahui, PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) di tahun 2026 secara resmi telah kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah sempat vakum tujuh tahun atau sejak tahun 2019.
Dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar Minggu, 24 Mei 2026, Melki Laka Lena menyebut, selain untuk diakses oleh para pengusaha mikro kecil dan menengah, Bank NTT juga menyediakan skema KUR bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Teman-teman yang mau KUR bisa ke Bank NTT, karena kita sudah punya KUR Rp350 miliar, yang terbagi bagi pekerja migran Rp50 miliar dan Rp300 miliar untuk kredit produktif bagi usaha mikro kecil dan menengah,” jelas Melki Laka Lena.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan, penyaluran KUR oleh Bank NTT dimulai pada bulan Mei 2026.
“Sekarang semua proses sudah beres, tinggal koneksi sistem dengan Departemen Keuangan saja. Saya kira akhir bulan ini sudah mulai jalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KUR Bank NTT akan difokuskan untuk mendukung usaha-usaha produktif seperti pertanian, peternakan, dan usaha kecil menengah lainnya. “KUR tidak boleh dipakai untuk konsumtif. Fokusnya untuk usaha produktif,” tegasnya.
Charlie juga memastikan Bank NTT akan lebih selektif dalam penyaluran kredit agar pengalaman kredit macet di masa lalu tidak kembali terulang. “Kita belajar dari pengalaman sebelumnya. Karena itu sekarang sistem dan seleksinya diperbaiki supaya lebih baik,” tandasnya.
Sementara untuk KUR bagi PMI, Bank NTT bekerja sama dengan lembaga penyaluran PMI dan sudah bisa diakses layanannya.(*)




