EXPONTT.COM, KUPANG – Ketua Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Timor, Dr. Dominikus Wara Sabon, menyampaikan pihaknya telah menolak permintaan Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari untuk melantik pengurus yang diketuai oleh Willem Geri sesuai hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Puskopdit Timor selalu pemegang otoritas untuk melantik pengurus koperasi di Pulau Timor tidak menerima permintaan pelantikan pengurus Kopdit Swasti Sari karena hasil RAT yang masih menyisakan polemik.
“Dengan berat hati kami sudah sampaikan ke Swasti Sari kami belum bisa penuhi permintaan itu,” ungkapnya kepada Expo NTT, Senin, 4 Mei 2026.
Puskopdit menyarankan Willem Geri berbesar hati mundur dari penetapan Ketua Kopdit Swasti Sari dan menerima bahwa Yohanes Sason Helan telah memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan Ketua Pengurus Koperasi Swasti Sari.
Akademisi Undana Kupang ini menyebut, ketukan palu pimpinan RAT tersebut tidak bisa dikatakan sah, mengingat tak semua anggota sepakat dengan keputusan yang dibuat pimpinan rapat.
“Karena ekspektasi anggota, siapa yang suara terbanyak itu dia yang ketua, kecuali dia bilang tidak mau jadi ketua,” ujar Dr. Wara Sabon.
Untuk itu, dirinya berharap, seluruh pengurus berbesar hati untuk duduk bersama dan menyepakati sesuai dengan hasil pemilihan yang sudah dilakukan secara sah dan mulai menyusun jajaran pengurus.
“Yang enam orang ini harus berbesar hati, dari pada ini berkepanjangan terus. Ini bukan persoalan jabatan pengurus, tapi ini persoalan lembaga. Harus rendah hati demi kepentingan lembaga,” ungkapnya, Senin, 4 Mei 2026.
Lebih lanjut, Dr. Dominikus Wara Sabon meyakini laporan polisi yang dilayangkan Jefry Tapobali selaku Anggota Koperasi Swasti Sari terkait dugaan pemalsuan dokumen RAT dipastikan bakal naik (diproses polisi), mengingat pimpinan RAT memutuskan yang sebaliknya dari hasil pemilihan.
“Karena persoalannya memang di situ, ‘Kenapa John Sanson Helan tidak jadi ketua?’ karena dari hasil pemilihan, suara terbanyak itu dia (Sason Helan),” pungkasnya.(*)




