Sejalan dengan semangat tersebut, Bank Indonesia melalui KPwBI NTT terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi dalam penguatan literasi melalui kegiatan bedah buku dan berbagai perlombaan yang mendorong kreativitas dan daya pikir kritis generasi muda, antara lain lomba mewarnai, mendongeng, pidato, dan film pendek.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan Pokja Bunda Literasi turut menyerahkan bantuan sarana penunjang berupa 1.000 buku bacaan secara simbolis kepada taman dan komunitas baca di NTT.
Selain itu, Bank Indonesia juga meresmikan program Generasi Baru Indonesia (GenBI) kepada 270 mahasiswa/i penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026.
Menanggapi sinergi tersebut, Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran program-program literasi yang dekat dengan masyarakat sebagai langkah penting untuk menumbuhkan minat baca dan semangat belajar generasi muda NTT.




