EXPONTT.COM, MBAY – Jarak ribuan kilometer tak menghalangi keluarga besar Flobamora Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Nagekeo yang terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.
Dari tanah rantau, mereka datang langsung ke Kabupaten Nagekeo membawa bantuan sembako untuk masyarakat terdampak di empat kecamatan, yakni Aesesa, Nangaroro, Mauponggo, dan Keo Tengah.
Pendistribusian bantuan mulai dilakukan Senin, 14 September 2026, dan akan berlangsung hingga seluruh bantuan tersalurkan kepada masyarakat di empat wilayah tersebut.
Kepala Suku Nagekeo Flobamora Papua sekaligus Wakil Ketua I Flobamora Kabupaten Mimika, Maricus Eo, mengatakan kehadiran mereka merupakan bentuk kepedulian sesama orang Flobamora yang berada di tanah rantau.
Meski berada jauh di Papua, kata Maricus, keluarga besar Flobamora Mimika tetap merasakan duka yang dialami masyarakat Nagekeo akibat bencana tersebut.
“Kami adalah Flobamora yang berada di tanah rantau. Kami turut merasakan duka Flobamora dan duka masyarakat Nagekeo di tanah kelahiran,” ujar Maricus, putra kelahiran Paulundu, 1965.
Menurutnya, gempa yang melanda Flores mengetuk hati keluarga besar Flobamora di Mimika untuk ikut membantu masyarakat yang masih menghadapi masa tanggap darurat.
Solidaritas itu diwujudkan dengan perjalanan panjang dari Papua menuju Nagekeo.
“Dari Papua kami menyeberangi lautan dan melewati beberapa provinsi untuk bisa hadir langsung membantu masyarakat Nagekeo,” katanya di Mbay, Selasa, 15 September 2026.
Maricus menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari kepedulian dan sumbangan keluarga besar Flobamora Kabupaten Mimika. Dukungan juga datang dari Bupati Mimika dan Kapolres Mimika.
Bantuan berupa kebutuhan pokok atau sembako itu kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa sebagai bentuk dukungan kemanusiaan selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Nagekeo, Charles Jupa, menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Flobamora Mimika serta Forkopimda Mimika yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Nagekeo.
Menurut Charles, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang masih merasakan dampak gempa.
Ia berharap kepedulian keluarga besar Flobamora Mimika menjadi kekuatan moral bagi masyarakat Nagekeo untuk bangkit dari bencana.
“Kiranya semua kebaikan dan kepedulian keluarga besar Flobamora di Mimika, Papua Tengah, mendapat keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Charles.
Dalam pendistribusian bantuan, tim Flobamora Mimika turut didampingi para relawan yang dikoordinasikan oleh Maxianus Supa.
Kehadiran Flobamora Mimika menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Dari tanah rantau Papua, kepedulian itu kembali ke tanah Flores untuk menemui saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit.
Bagi masyarakat Nagekeo, bantuan tersebut bukan sekadar sembako, tetapi juga pesan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit pascagempa.(*)


