EXPONTT.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menyampaikan persoalan strategis yang masih dihadapi NTT kepada Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Di pertemuan dalam rangkain reses DPR RI, di Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis, 27 Juli 2026, Johni Asadoma menegaskan kondisi masih terbatasnya tenaga kesehatan, dokter spesialis, alat kesehatan, serta ketersediaan obat-obatan di sejumlah kabupaten kepulauan dan daerah terpencil.
Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Kupang untuk memperoleh pelayanan kesehatan rujukan dengan biaya transportasi dan akomodasi yang cukup besar.
Wakil Gubernur NTT juga mengusulkan agar Komisi IX DPR RI pada kesempatan mendatang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sabu Raijua untuk melihat secara langsung tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama tingginya angka stunting akibat keterbatasan akses air bersih, kualitas sumber daya manusia dan faktor sosial budaya.
Ia juga berharap adanya dukungan Pemerintah Pusat untuk penyediaan fasilitas kesehatan strategis, termasuk pembangunan balai hiperbarik (Fasilitas kesehatan khusus yang menyediakan terapi oksigen hiperbarik menggunakan ruangan bertekanan udara tinggi) di Labuan Bajo guna mendukung pelayanan kesehatan bagi wisatawan maupun masyarakat.
Selain itu, Johni juga mengangkat persoalan tingginya angka pengangguran di beberapa wilayah NTT yang memerlukan dukungan perluasan kesempatan kerja dan penguatan perlindungan sosial bagi para pekerja.
“Mayoritas masyarakat kami adalah pekerja rentan, petani, nelayan, dan pelaku UMKM pariwisata yang sangat membutuhkan perlindungan jaminan sosial . Karena itu, dukungan Pemerintah Pusat sangat kami harapkan agar manfaat program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan,” kata Johni.
Sementara itu, Ketua Tim Reses Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, mengatakan, segala aspirasi yang disampaikan Wakil Gubernur NTT menjadi bahan pembahasan bersama kementerian dan lembaga mitra di pusat untuk memastikan program dan kebijakan serta anggaran berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Temuan, data dan aspirasi yang kami peroleh dalam kunjungan ini akan menjadi bahan pembahasan bersama kementerian dan lembaga mitra kerja untuk memperkuat kebijakan serta memastikan program pemerintah pusat semakin responsif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujar Felly Estelita Runtuwene.(*)




