DKI Jakarta Borong 20 Medali di Cabor Bocce pada PESONAS II NTT

Ketua Tim Penggerak PPK NTT, Mindriyanti Astiningsih Laka Lena, saat pengalungan medali emas kepada kontingen DKI Jakarta. Foto: TIM EXPO NTT

EXPONTT.COM, KUPANG – DKI Jakarta menjadi penguasa Cabang Olahraga (Cabor) Bocce di Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) DKI Jakarta memborong medali terbanyak dengan total 20 medali dari berbagai nomor yang dipertandingkan.

“Untuk cabang olahraga Bocce DKI Jakarta berhasil meraih medali terbanyak dengan perolehan 10 medali emas, 4 perak dan 6 perunggu,” ujar Ketua Bidang Olahraga SOIna DKI Jakarta, Fauzan, di Kupang, Sabtu 17 Oktober 2026.

Raihan tersebut diperoleh dari sejumlah kategori, mulai dari tunggal putra-putri, ganda putra-putri, hingga beregu putra-putri.

“Iya, di Cabang Olahraga Bocce, kita dapat medali terbanyak. Untuk kategori tunggal, beregu hingga ganda kita dapat 16 medali,” jelasnya.

Fauzan menegaskan, keberhasilan ini bukan kerja satu pihak, melainkan hasil kolaborasi antara atlet, pelatih, orang tua, official, pengurus, dan pemerintah.

“Itu semua tentu berkat kerjasama atlet, pelatih, orang tua, official, pengurus semua dan pemerintah saling kolaborasi untuk bisa melakukan pembinaan, karena poin utamanya kemandirian dari anak-anak,” katanya.

Menurutnya, PESONAS bukan hanya ajang mengejar prestasi, tetapi juga wadah pembinaan karakter.

“Disamping prestasi, tentu dari sisi kepribadian merupakan suatu hal yang baik untuk kemajuan pendirian mereka,” ujar Fauzan.

Pada PESONAS II 2026 ini, SOIna DKI Jakarta diketahui mengikuti 7 cabor dengan kekuatan 120 atlet, dan mengisi seluruh nomor lomba yang dipertandingkan panitia.

“Untuk cabang olahraga yang diikuti oleh SOIna DKI Jakarta itu sebanyak 7 cabang olahraga, kita menurunkan 120 atlet. Kita mengisi untuk keseluruhan nomor lomba yang dilaksanakan oleh PESONAS II Tahun 2026,” katanya.

Ratusan atlet tersebut merupakan hasil seleksi berjenjang di tingkat provinsi melalui Pekan Special Olympics Daerah (PESODA) DKI Jakarta.

“Kita juga telah melakukan tim seleksi di tingkat DKI yakni PESODA dan menyeleksi atlet di tingkat PESONAS II di NTT,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keikutsertaan atlet disabilitas intelektual di ajang empat tahunan ini menjadi kesempatan penting untuk menampilkan kemampuan terbaik.

“Kita mengirimkan teman-teman atlet disabilitas untuk bisa memberikan kesempatan kepada mereka untuk tampil di PESONAS karena event ini digelar empat tahun sekali,” pungkas Fauzan. (*)