Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Pertanyaan adalah mengapa dunia membenci kita para murid Yesus? Jawabannya karena kita bukan dari dunia dan bukan milik dunia, walau kita ada di dunia ini. Ingat, kita adalah milik Kristus, warga Kerajaan Surga.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 15: 18 – 21, yakni dunia membenci Yesus dan murid-murid-Nya. Para saudaraku, Yesus tidak menutupi kenyataan bahwa: dunia akan membenci kita. Mengapa? Karena kita bukan dari dunia. Kita bukan milik dunia, melainkan kita milik Kristus, warga Kerajaan Surga. Itulah sebabnya cara hidup kita KASIH, pengorbanan, kerendahan HATI, kebenaran yang mutlak, bertabrakan dengan logika dunia yang mengejar kenikmatan, kuasa, dan popularitas. Seperti cahaya yang masuk ke ruang gelap, keberadaan kita membuat dunia merasa terusik. Namun, kebencian dunia bukan tanda kekalahan kita. Justru itu bukti bahwa kita berjalan di jalan yang sama dengan Sang Guru sejati kita. Ingatlah , Yesus lebih dahulu dibenci dunia, bahkan sampai wafat di kayu salib. Tetapi Ia tidak membalas dengan kebencian. Ia berdoa: “Ya Bapa, ampunilah mereka.” Inilah teladan untuk kita: tetap mengasihi, tetap menjadi TERANG dan GARAM dunia, tetap SETIA pada identitas sebagai murid Kristus. Lalu, bagaimana sikap kita, saat dunia membenci kita ?
Pertama Jangan membalas dengan kebencian. Kedua Jangan gentar atau mundur. Ketiga Tetaplah menjadi TERANG dan GARAM di dunia. Jadi, Ingatlah kebencian dunia adalah konfirmasi bahwa kita ini benar-benar milik Kristus.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, dunia boleh saja membenci kita, tetapi surga menyambut kita. Dunia boleh saja menolak kita, tetapi Kristus tidak pernah meninggalkan kita. Maka bersukacitalah karena kita bukan milik dunia, melainkan kita milik Kristus, warga Kerajaan Surga. Percayalah bahwa nama kita tercatat di surga, dan tidak ada kebencian di bumi ini yang mampu menghapusnya. Tetaplah mengasihi, sebab KASIH adalah kemenangan sejati.
Pertanyaan Refleksi
1. Saat dunia menolak atau membenci kita karena iman, apakah kita melihatnya sebagai tanda kekalahan, atau justru sebagai bukti bahwa kita milik Kristus dan warga Kerajaan Surga?
2. Bagaimana sikap HATI kita ketika menghadapi ejekan atau penolakan, apakah kita tergoda membalas dengan kebencian, atau mau belajar meneladani KASIH Yesus di kayu salib?
3. Dalam kehidupan sehari-hari, langkah konkret apa yang bisa kita lakukan untuk tetap menjadi garam dan terang, meski dunia tidak menyukai nilai-nilai yang kita pegang?
Selamat berefleksi…& Selamat berakhir pekan🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, ketika dunia membenci kami karena kami milik-Mu, teguhkan HATI kami untuk tidak membalas dengan kebencian. Ajarlah kami tetap mengasihi, menjadi garam dan terang, serta setia sebagai warga Kerajaan Surga. Biarlah kasih-Mu yang menang melalui hidup kami, sampai akhir zaman. Amin.


