EXPONTT.COM, KUPANG – Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPW Gekrafs) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirimkan enam relawan medis ke lokasi terdampak gempa di Flores.
Hal tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan medis di lokasi bencana.
Ketua DPW Gekrafs NTT, Serena Francis, menyebut, langkah ini diambil usai mendapatkan instruksi dengan Ketua umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, untuk membantu penanganan para korban di wilayah terdampak yang terpencil.
“Sampai saat ini masih ada beberapa wilayah, terutama desa-desa yang cukup terpencil, yang membutuhkan bantuan dan tenaga medis tambahan karena masih banyak korban yang belum tertangani secara optimal,” ujarnya.
“Setelah dikoordinasikan, DPP dan DPW Gekrafs sepakat untuk membantu mengirimkan enam sukarewalan tenaga medis ke Bajawa untuk ikut membantu penanganan para korban disana,” jelas Serena.
Gekrafs Kirim Bantuan ke Pulau Palue
Sebelumnya, DPW Gekrafs NTT telah menyerahkan bantuan kepada korban bencana gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
Bantuan dari Gekarfs NTT ini menjadi yang pertama bagi warga di pulau tersebut. Bantuan makanan dan air minum dari organisasi para pegiat ekonomi kreatif ini diterima warga pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Gekrafs NTT membawa bantuan air bersih, air minum dan bahan makanan ke pulau tersebut.
Sementara itu, Wakil Sekretaria Gekrafs NTT, Dean Asadoma, menjelaskan Gekrafs telah melakukan penyaluran bantuan yang dilakukan secara bertahap mengingat kebutuhan dan kondisi setiap wilayah berbeda-beda.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan relawan di lapangan untuk memperbarui data kebutuhan warga. “Kami tidak ingin bantuan hanya disalurkan sekali. Selama masih ada kebutuhan dan dukungan donasi yang memungkinkan, kami akan terus berupaya membantu masyarakat terdampak,” kata Putra Wakil Gubernur NTT ini.
Dean menegaskan bahwa mekanisme tanggap darurat yang diterapkan bersifat dinamis. Jumlah dan jenis logistik yang dikirim akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi tempat yang urgensi untuk menyalurkan
“Yang paling penting adalah bantuan itu tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Gerakan kemanusiaan ini akan terus berjalan selama masyarakat terdampak gempa Flores masih membutuhkannya,” pungkas Dean.(*)




