KPID NTT Kritisi Siaran TVRI Baru Jangkauan 47 Persen Wilayah NTT

EXPONTT.COM, KUPANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong TVRI untuk memperluas jangkauan siaran Piala Dunia 2026 di wilayah NTT yang saat ini baru mencapai 47 persen.

Desakan tersebut disampaikan saat Ketua KPID NTT, Yohanes Hamba Lati saat melakukan kunjungan silaturahmi ke TVRI NTT guna memastikan kesiapan lembaga penyiaran publik itu menjelang penyelenggaraan Piala Dunia, Rabu, 11 Juni 2026.

Pertemuan yang berlangsung di kantor TVRI NTT itu dihadiri Kepala Stasiun TVRI NTT, Jefry bersama jajaran.  Turut hadir Wakil Ketua KPID NTT, Kekson Salukh, Koordinator Bidang Isi Siaran Fredrikus Royanto Bau, Koordinator Bidang PKSP Aulora Agrava Modok, serta anggota KPID Yohanes Teme dan Trisna Lilyana Dano.

Yohanes Hamba Lati mengatakan, masyarakat NTT harus dapat menikmati siaran Piala Dunia secara gratis mengingat TVRI telah memperoleh hak siar ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

“KPID NTT melakukan kunjungan silaturahmi kepada TVRI NTT untuk memastikan persiapan jelang Piala Dunia. Karena TVRI mendapat hak siaran sehingga perlu dipastikan bahwa masyarakat NTT bisa mengakses nonton bareng Piala Dunia secara gratis,” kata Yohanes.

Ia menyampaikan apresiasi kepada TVRI Pusat maupun TVRI NTT yang telah berupaya menghadirkan siaran hiburan bagi masyarakat melalui tayangan Piala Dunia. Namun, KPID NTT masih menerima berbagai keluhan dari masyarakat di sejumlah wilayah yang belum terjangkau siaran TVRI.

“Kami mendapat keluhan dari masyarakat NTT khususnya di daerah Sabu Raijua, Rote Ndao dan beberapa wilayah lainnya karena mereka tidak mempunyai pemancar TVRI sehingga masih kesulitan mengakses siaran Piala Dunia,” ujarnya.

Karena itu, KPID NTT meminta TVRI Pusat dan TVRI NTT memberikan perhatian khusus kepada masyarakat di kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

“Kami minta TVRI untuk membantu masyarakat di kawasan daerah 3T agar niat baik pemerintah pusat untuk menghibur masyarakat benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Yohanes juga berharap TVRI Pusat dapat memberikan dukungan sarana dan prasarana kepada TVRI NTT guna memperluas jangkauan siaran yang saat ini masih terbatas.

“Kami berharap TVRI Pusat bisa membantu TVRI NTT dari aspek sarana prasarana sehingga bisa memperluas jangkauan siaran Piala Dunia di wilayah NTT yang saat ini masih mencapai 47 persen,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun TVRI NTT, Jefry mengakui bahwa jangkauan siaran TVRI di NTT saat ini baru mencapai 47 persen dan masih masuk kategori zona merah.

Menurut Jefri, TVRI NTT saat ini mengoperasikan 10 pemancar daerah yang menjangkau Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Manggarai Barat, Manggarai, Ende dan Maumere.

Sementara itu, sejumlah daerah seperti Sabu Raijua, Alor, Rote Ndao, Lembata, Flores Timur dan beberapa wilayah lainnya sebenarnya telah memiliki sarana dan prasarana pendukung, namun peralatan penyiarannya belum siap digunakan.

“Sedangkan wilayah Pulau Sumba sebenarnya TVRI sudah ada pemancar di Waingapu tetapi power-nya sudah rusak. Dan sebenarnya kita minta perbaiki tetapi karena efisiensi belum bisa dilakukan,” jelas Jefry.

Ia menuturkan, khusus Kabupaten Malaka, daya pancar yang tersedia masih memiliki jangkauan yang terbatas sehingga belum mampu menjangkau seluruh wilayah, sehingga ia menyarankan masyarakat yang ingin  menggelar nobar tidak boleh jauh dari radius enam kilo meter.