EXPONTT.COM, KUPANG – Gereja Mawar Sharon (GMS) Kupang, kembali menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan berkolaborasi bersama pelayan Firman Tuhan spesial, Ps. Philip Mantofa yang telah dikenal luas lewat Saat Teduh Bersama.
Setelah sebelumnya sukses digelar pada 2023 lalu, kali ini GMS Kupang membawa konsep Saat Teduh Bersama secara langsung di Stadion Oepoi Kupang yang dijadwalkan akan digelar pada 7-8 Agustus 2026. Kegiatan ini gratis tanpa dipungut biaya dan terbuka bagi umum.
Gembala Lokal GMS Kupang, Ps.Andri Suprianto, dalam konferensi pers, Selasa, 28 Juli 2026, menjelaskan, Saat Teduh Bersama (STB) akan digelar selama tiga hari, dengan dua hari digelar di Stadion Oepoi pukul 19.00 WITA dan satu hari di GMS Fatululi Kupang.
Di hari pertama, akan digelar Saat Teduh Bersama dengan pelayan Firman Tuhan spesial Pastor Philip Mantofa. Di hari kedua digelar KKR Teen and Youth dengan tema Anak Panah di Tangan-Nya bersama Pdt. Margareth Wu. Sementara di hari ketiga, Minggu, 9 Agustus 2026 akan ada Spesial Sunday Services bersama Pastor Philip Mantofa di GMS Fatululi Kupang.
Ps.Andri Suprianto menyebut, kegiatan ini di inisiasi GMS Kupang sebagai respon terhadap kehidupan masyarakat serta anak-anak muda yang saat ini penuh tantangan, bukan hanya di bidang ekonomi namun juga di aspek-aspek lain.
“Yang GMS lakukan adalah membantu warga Kupang dalam hal spiritual, kerohanian. Karena ini yang bisa dilakukan gereja untuk berdampak bagi warga Kupang,” ujarnya.
Menurutnya, gereja harus berperan agar masyarakat bisa mendapatkan ketenangan dalam menjalani kehidupan. “Kalau iman kuat, maka setiap orang bisa survive berbagai macam kehidupan,” ungkapnya.
Dirinya berharap Saat Teduh Bersama yang diinisiasi GMS Kupang di tahun ini bisa berdampak bagi warga Kupang dan sekitarnya. “Kami rindu, sebagai gereja bisa berdampak buat Kota Kupang, saya percaya ini bisa berdampak signifikan bagi setiap orang yang hadir,” katanya.
Sementara itu, Leader GMS Kupang, dr. Andree Hartanto, Sp.OG, FEIICOG, FICS, menyebut Saat Teduh Bersama merupakan harapan baru bagi, kasih dan pemulihan bagi masyarakat dan generasi muda di tengah era saat ini, terutama di Kota Kupang.
Di ibadah KKR ini akan dibuka dengan penampilan seni budaya lokal, salah satunya penampilan permainan alat musik Sasando. Penampilan seni budaya ini, menjadi simbol persatuan di Kota Kupang.
dr. Andree mengajak seluruh warga Kota Kupang dan semua anak muda untuk hadir dan mendapatkan harapan baru dan pemulihan. “Kami mengajak seluruh masyarakat NTT, khususnya di Kupang dan sekitarnya untuk datang,” ujarnya.
GMS Kupang secara khusus, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Provinsi NTT dan kepolisian yang juga mendukung kegiatan KKR ini. “Kami kemarin sudah audiensi dengan Bapak Wali Kota Kupang. Beliau dan jajaran pemkot sangat mendukung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Andree mengungkapkan, di KKR tahun ini yang digelar GMS Kupang, tidak ada lagi baptisan selam seperti pada KKR sebelumnya yang menimbulkan pro-kontra dikalangan gereja saat itu.
“Kami kemarin sudah audiens dengan gereja-gereja dan persatuan gereja serta para gembala, dan kami sudah sampaikan tidak ada baptisan selam di KKR STB ini,” ujarnya.
dr. Andree menjelaskan, panitia menyiapkan kurang lebih 30 ribu kursi untuk di Stadion Oepoi dan pihak panitia telah berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk kelancaran arus lalu lintas hingga parkiran. (*)




