Wagub NTT Jenguk Mahasiswi Undana yang Depresi Skripsi Ditolak Ujian 12 Kali

Johni Asadoma Meminta Dunia Pendidikan Kedepankan Kemanusiaan

Wagub NTT, Johni Asadoma saat berbincang dengan mahasiswa Undana, Jessica Tunardjo yang dirawat di RST Wirasakti Kupang, Senin, 3 Agustus 2026 / foto: Biro APim Setda NTT

EXPONTT.COM, KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menjenguk Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi semester X Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana), yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Wirasakti Kupang, Senin, 3 Agustus 2026.

Jessica menjadi sorotan publik usai dirinya mengalami depresi berat akibat dihambat dalam proses akademik di universitas negeri tersebut. Skripsinya ditolak untuk diuji oleh dosen penguji sebanyak 12 kali.

Memberikan dukungan moril kepada Jessica, Johni menyebut kondisi Jessica menunjukkan perkembangan yang baik. “Tadi saya menjenguk kondisi anak kita, Jessica. Kondisinya sudah semakin baik, semakin ceria, dan semakin sehat. Saya yakin dalam waktu dekat sudah 100 persen sehat. Secara fisik maupun psikis saya melihat sudah ada kemajuan dan,” ujar Wagub NTT.

Menanggapi peristiwa yang terjadi di Undana dan menyita perhatian publik, Wakil Gubernur mengajak semua pihak untuk menyikapinya secara arif dan bijak dalam menilai situasi tersebut.

“Tadi saya mendengar cerita versi dari Jessica dan kita tidak tahu bagaimana versi dari dosennya. Sehingga kita perlu bijak memandang dan menyikapi kondisi ini,” ungkapnya.

Menurut Johni Asadoma, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia mengimbau seluruh pendidik, mulai dari guru hingga dosen, agar menjalankan tugas dengan hati nurani, empati dan ketulusan.

”Pendidikan bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan budi pekerti. Anak didik harus diperlakukan seperti anak sendiri. Mereka harus belajar dengan rasa aman, nyaman, dan penuh sukacita, bukan dalam tekanan ataupun ketakutan. Dengan demikian, mereka dapat bertumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan unggul,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Tk. III Wira Sakti Kupang, Letkol Ckm dr. Aan Riswandi, menjelaskan bahwa kondisi Jessica terus menunjukkan perkembangan positif sejak menjalani perawatan.

Menurutnya, saat pertama kali datang ke rumah sakit, Jessica mengeluhkan pusing berputar atau vertigo yang disertai mual. Setelah mendapatkan penanganan medis, keluhan tersebut berangsur membaik.

“Keluhan vertigo yang dialami pasien sudah jauh berkurang. Kondisi umum pasien juga terus membaik. Apabila perkembangannya tetap stabil, diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan pasien sudah dapat kembali ke rumah untuk melanjutkan pemulihan,” jelasnya.

Letkol Ckm dr. Aan Riswandi menambahkan bahwa hingga saat ini fokus penanganan masih pada pemulihan kondisi fisik pasien. ”Selama menjalani perawatan, Jessica ditempatkan di ruang rawat VIP yang kondusif agar proses pemulihan berlangsung lebih nyaman dan optimal,” jelasnya.(*)