EXPONTT.COM, KUPANG – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Jabir Marola kembali menggelar reses di RW 05 Kelurahan Airnona, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ini menjadi kedua kalinya Jabir Marola menggelar reses di RW tersebut. Di tahun 2025 lalu, dirinya telah mendengar berbagai aspirasi dari warga dari lima RT yang di lingkungan tersebut.
Alih-alih mendengar keluhan dan aspirasi, di masa reses Tahap III tahun 2025/2026 ini warga mengganjar Jabir Marola dengan apresiasi dan ucapan terima kasih.
Berkat dedikasinya sebagai wakil warga Kecamatan Kota Raja, jalan berkontruksi lapen sepanjang 300 meter di kelurahan setempat dibangun, puluhan lampu jalan terpasang.
Dari kantong pribadi, Jabir juga membantu 200 unit kursi dan lampu serta alat tensi darah dan lemari P3K untuk Posyandu Buah Hati Mama. “Pak Jabir memiliki kepedulian besar terhadap rakyat banyak. Ia memberi bukti,” ungkap Ketua RT 25, Karel Ku’u di reses itu.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua RT 14, Dian Riwu Hegi, atas perjuangan Jabir Marola, sehingga kebutuhan warga yang disampaikan saat reses tahun lalu berhasil diwujudkan. “Bapak datang membawa solusi. Kami sangat berterima kasih dan senantiasa berharap bapak selalu diberkati,” ucapnya.
Jabir Marola memang dikenal sebagai sosok yang tegas di dunia politik Kota Kupang. Menyuarakan kebutuhan warga Kota Kupang merupakan roh perjuangan yang telah ia tanam sejak pertama kali menginjakan kaki di dunia politik.
“Sumber daya saya mungkin terbatas dan tidak cukup membantu menjangkau banyak orang, namun melalui politik, suara saya bisa mempengaruhi kebijakan untuk kepentingan kita bersama, untuk kepentingan rakyat banyak. Itulah tujuan saya berpolitik, bisa membantu banyak orang,” ujar Politikus Nasdem ini.
Kendati demikian, Jabir Marola mengingat masih terdapat dua hal yang belum terealisasi dari aspirasi yang disampaikan warga Airnona kepada dirinya tahun lalu, yakni drainase dan bronjong. Hal tersebut akan menjadi perjuangannya di tahun ini dan waktu mendatang.
Jabir menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang bersama DPRD saat ini harus bekerja keras untuk menentukan skala prioritas kebutuhan warga karena efisiensi yang diberlakukan pemerintah pusat.
Diketahui Kota Kupang terdampak pemotongan Transfer ke Daerah sebesar Rp204 miliar dari pemerintah pusat. Dari angka tersebut tidak sedikit anggaran pembamlngunan fisik yang terpangkas.
Aspirasi UMKM
Dalam dialog bersama warga, Magdalena Lay, salah seorang pelaku UMKM di Kelurahan Airnona, berharap DPRD dapat membantu memfasilitasi bantuan gerobak usaha. Menurutnya, pelaku UMKM kerap mengalami kesulitan mengakses program bantuan karena proses administrasi yang dinilai cukup rumit.
“Selama ini kami bingung harus mengurus ke mana. Kami berharap DPRD bisa membantu agar pelaku UMKM mendapatkan bantuan gerobak usaha,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Jabir Marola meminta masyarakat melengkapi seluruh persyaratan administrasi agar usulan dapat diproses dan diperjuangkan melalui DPRD.
“Silakan lengkapi berkas yang dibutuhkan. Nanti kami sampaikan persyaratannya agar usulan bisa diproses,” kata Jabir.
Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan kendala apabila mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi yang berkaitan dengan pelayanan pemerintah.
“Kalau ada urusan dengan pemerintah yang prosesnya lama atau mengalami kendala, silakan informasikan kepada saya agar bisa kami bantu fasilitasi,” jelasnya.(*)




