EXPONTT.COM, KUPANG – Panitia Pelaksana Konferensi Daerah (Konferda) II, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mematangkan persiapan jelang pelaksanaan Konferda yang akan dijadwalkan pada 18 Juli 2026 di Hotel Sahid T-More Kupang.
Panitia saat ini mempersiapkan sejumlah rangkaian kegiatan sosial untuk memeriahkan pelaksanaan Konferda. Kegiatan tersebut meliputi penghijauan dan penanaman pohon, jalan santai, bakti sosial, donor darah, seminar, serta diskusi publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana Konferda II PA GMNI NTT, Yohanes Hamba Lati, mengatakan Konferda tidak hanya dimaknai sebagai forum organisasi alumni tetapi juga momentum untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kehidupan sosial masyarakat.
“Sesuai mandat yang kami terima, PA GMNI NTT ingin menjadikan konferda sebagai ruang konsolidasi gagasan sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, sebelum pelaksanaan Konferda, kami selaku Panitia Pelaksana menyiapkan sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Yohanes dalam jumpa pers di Kupang.
Menurutnya Yohanes, panitia telah menyusun agenda kegiatan yang akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang Juli 2026. Kegiatan penghijauan dan penanaman pohon dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli, dilanjutkan dengan jalan santai dan bakti sosial pada 11 Juli, serta donor darah pada 18 Juli 2026.
Selain kegiatan sosial, kataYohanes panitia juga tengah menyiapkan seminar dan diskusi publik yang bertujuan menghadirkan ruang dialog mengenai berbagai isu pembangunan di NTT. Kegiatan tersebut diharapkan dapat melibatkan pemerintah daerah, akademisi, komunitas masyarakat, serta alumni GMNI lintas generasi.
Yohanes menegaskan sesuai arahan PA GMNI NTT, komunitas alumni GMNI yang tersebar diseluruh pelosok NTT harus memiliki tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemikiran, jejaring maupun aksi sosial yang berdampak bagi masyarakat.
“Konferda ini kami harapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong alumni GMNI dalam mendukung pembangunan NTT. Kehadiran alumni harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ketika ditanya terkait suksesi pengurus PA GMNI NTT masa bakti berikutnya, Yohanes mengakui adanya dinamika yang terus berkembang. Kendati demikian, Ia menjelaskan semua dinamika terkait suksesi kepengurusan merupakan bagian dari kekayaan organisasi yang tumbuh secara dinamis.
“Itu bagian dari dialektika organisatoris. Semakin dinamis itu menandakan bahwa organisasi tersebut berada pada rule organisasi yang semestinya, ” ujarnya.
Ketika ditanya lebih lanjut siapa saja yang akan bertarung dalam konferda II tersebut?, Yohanes belum bersedia memberikan nominasi nama-nama yang akan bersaing memperebutkan posisi Ketua dan Sekretaris PA GMNI NTT.
Untuk diketahui, Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Nusa Tenggara Timur merupakan organisasi yang menghimpun para alumni GMNI di seluruh wilayah NTT.
Organisasi ini menjadi wadah silaturahmi, konsolidasi dan pengabdian alumni yang berkiprah di berbagai bidang mulai dari pemerintahan, politik, akademisi, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan dan media massa.
Berlandaskan nilai-nilai perjuangan Bung Karno, PA GMNI NTT berkomitmen mendorong kontribusi pemikiran dan aksi nyata bagi pembangunan daerah. Melalui kegiatan sosial, kajian kebijakan, diskusi publik, serta penguatan jejaring alumni, organisasi ini berupaya menjadi mitra strategis dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat NTT.(*)




