Pemkot Kupang Ajukan 34 Proposal Pembangunan dan Revitalisasi Sekolah ke Pemerintah Pusat

Dari 34 proposal yang diajukan, baru 4 yang terjawab

Wali Kota Kupang dan Wagub NTT mendampingi Mendikdasmen tinjau SD Negeri Naimata Kupang, Selasa, 5 Mei 2026 / foto: ist

EXPONTT.COM, KUPANG – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengungkapkan, Pemerintah Kota Kupang telah mengajukan sebanyak 34 proposal bantuan pembangunan dan revitalisasi sekolah kepada pemerintah pusat.

Christian Widodo menyebut, meski merupakan Ibu Kota Provinsi NTT, masih banyaknya sekolah di Kota Kupang yang membutuhkan perhatian, baik dari sisi kondisi bangunan maupun sarana prasarana.

“Walaupun kita di wilayah kota, masih banyak sekolah yang rusak berat dan fasilitasnya terbatas. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat,” ujarnya saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., melihat langsung pelaksanaan program revitalisasi sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 5 Mei 2026.

Christian Widodo, mengungkapkan, dari 34 proposal yang disampaikan ke Pemerintah Pusat, sebanyak empat proposal sudah terjawab.

“Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menteri, dan beliau menyampaikan bahwa ini baru tahap pertama. Masih akan ada tahap berikutnya. Kami berharap usulan yang telah diajukan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat,” jelasnya.

“Dari 34 proposal yang kami ajukan, saat ini baru 4 yang terjawab. Namun ini baru tahap awal. Kami optimis pada tahap berikutnya akan ada tambahan bantuan,” katanya.

Wali Kota menegaskan bahwa kolaborasi antara APBN dan APBD menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan pendidikan di daerah. “APBD kita terbatas, sehingga sinergi dengan pemerintah pusat sangat penting agar hasil pembangunan bisa maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 576 satuan pendidikan di NTT dengan total anggaran mencapai sekitar Rp589 miliar.

Satuan pendidikan tersebut mencakup berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMK, SLB hingga SKB/PKBM.

Untuk Kota Kupang sendiri, terdapat 18 sekolah yang menerima bantuan revitalisasi tahun 2025 dengan total anggaran lebih dari Rp19 miliar.

Menteri juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2026, alokasi bantuan pendidikan di NTT mencapai ratusan miliar rupiah dan masih berpotensi bertambah.

Saat ini, ratusan sekolah telah memasuki tahap penandatanganan kerja sama (PKS), sementara sisanya masih dalam proses dan akan segera menyusul.

Lebih lanjut, menegaskan bahwa program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, sehat, bersih, dan indah, serta mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi peserta didik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk komitmen Pemerintah Kota Kupang yang turut mendukung melalui pendanaan APBD untuk melengkapi bantuan dari APBN.(*)