EXPONTT.COM, KUPANG – Setelah sempat mati suri, PT. Flobamor (Perseroda) dengan jajaran direksi yang baru akan menghidupkan kembali usaha perkapalan untuk melayani masyarakat NTT.
Setelah gagal dengan manajemen buruk di periode sebelumnya hingga mengakibatkan dua kapal ferry KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu terdampar, direksi PT.Flobamor yang baru bertekad untuk menghidupkan lini usaha perkapalan melalui pengoperasian KMP Sasando.
Dalam konferensi pers, Kamis, 13 Agustus 2026, Direktur Utama PT Flobamor (Perseroda), Elcid Li, menyebut KMP Sasando merupakan kapal baru milik Pemprov NTT yang dikelola PT Flobamor dengan kapasitas 76 orang dan dapat memuat puluhan sepeda motor dan dua mobil dalam sekali berlayar.
“KMP Sasando akan melayari rute pendek, Kupang-Semau delapan kali sehari,” kata Elcid Li.
Melalui rute ini, PT Flobamor membuka akses transportasi yang lebih besar ke Pulau Semau yang merupakan salah satu tujuan wisata, sekaligus membuka ruang hidup bagi warga di pulau tersebut.
Niat ini pun telah mendapatkan respon positif dari perwakilan 18 desa di dua kecamatan di Pulau Semau serta telah mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kupang.
“Kami sudah audiens dengan Pak Bupati beberapa waktu lalu. Pak Yos Lede berniat mendukung menyedikan pelabuhan yang layak, sementara Wakil Bupati Kupang mendukung dengan pengembangan pariwisata Pulau Semau,” jelas Elcid Li.
PT Flobamor berharap dengan rute KMP Sasando ini, ekosistem usaha Pulau Semau dapat berkembang seiring dengan semakin terbukanya jalur transportasi laut.
Sementara itu, Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT.Flobamor (Perseroda), Frans Bata, menyebut, pihaknya berkomitmen untuk memastikan manajemen KMP Sasando akan dilakukan secara benar dan tepat sesuai aturan.
“Belajar dari kesalahan fatal yang terjadi dalam periode sebelumnya, Direksi PT.Flobamor (Perseroda) bertekad untuk memastikan seluruh keuangan perkapalan dijalankan secara digital, agar mencegah kebocoran,” ujarnya.(*)




