LLDikti XV Dorong Penambahan KIP Kuliah dan Sertifikasi Dosen di NTT

Raker Pimpinan Perguruan Tinggi se-NTT Momentum Jadikan Kampus Berdampak

Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi se-Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 6 Mei 2026 / foto: Expo NTT

EXPONTT.COM, KUPANG – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV merampungkan Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi se-Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 6 Mei 2026.

Mengangkat tema “Membangun Sinergitas Pendidikan Tinggi, Pemerintah Daerah dan Industri dalam Rangka Akselerasi Pembangunan di NTT”, Rapat yang digelar selama dua hari di Harper Hotel ini menjadi momentum penting dan menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi, menyatukan persepsi dan merumuskan langkah konkret dalam membangun sinergi yang lebih efektif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam wawancara usai penutupan Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi se-NTT, Kepala LLDikti XV, Prof. Adrianus Amheka, menyebut, dari hasil rapat selama dua hari, para pimpinan perguruan tinggi menyepakati sekaligus merekomendasi sejumlah poin yang harus menjadi perhatian bersama dan juga LLDikti selaku lembaga layanan bagi seluruh perguruan tinggi swasta.

Salah satu sorotan dalam rapat yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang diminta seluruh perguruan tinggi di NTT untuk ada penambahan kuota. Hal itu karena KIP Kuliah menjadi salah satu pilihan bagi para calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk bisa mendapatkan akses biaya pendidikan.

“Yang pertama itu terkait KIP Kuliah, harus ada penguatan KIP Kuliah dan penambahan kuota KIP Kuliah,” jelas Prof. Adrianus Amheka.

Kemudian, rapat juga merekomendasikan agar adanya percepatan jabatan fungsional dosen untuk kepastian jenjang karir para dosen.

“Kita akan upayakan untuk mengakselerasi peningkatan jabatan fungsional. Juga penambahan kuota sertifikasi dosen yang tadi disampaikan oleh para perguruan tinggi supaya bisa lebih banyak,” jelas Prof. Amheka.

Lebih lanjut, Prof. Adrianus Amheka menegaskan bahwa seluruh perguruan tinggi juga menyepakati terkait keberlanjutan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (Gentaskin) di tahun 2206 yang ditargetkan harus lebih berdampak bagi sejumlah daerah di NTT.

“Kita sama-sama bergerak untuk menciptakan dampak dan berkontribusi secara sosial, ekonomi dan kebudayaan dari kebersamaan seluruh perguruan tinggi di NTT,” tegasnya.

Momentum Perguruan Tinggi di NTT untuk Berkembang dan Berdampak

Rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Jonas Gobang, menyebut, Rapat Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi se-Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan LLDikti Wilayah XV menjadi ruang kolaborasi dan momentum penting bagi perguruan tinggi swasta dan negeri di NTT untuk terus berkembang.

“Kerena dimomentum seperti ini kita bisa mendengarkan berbagai keunggulan dan keberhasilan dari seluruh perguruan tinggi di NTT, sehingga kita bisa mengadopsi untuk mengembangkan instusi pendidikan tinggi kita masing-masing,” jelasnya.

Terkait KKN Gentaskin yang merupakan program inisiatif LLDikti, lanjut Rektor Unipa, merupakan langkah besar yang mengubah “Kampus Merdeka” menjadi “Kampus Berdampak”.

“Gentaskin adalah kongkritisasi dari ‘Kampus Berdampak’ yang menyasar stunting dan kemiskinna ekstrem harus ber-impact kepada masyarakat, saya pikir ini sejalan dengan program pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTT,” pungkasnya.(*)