EXPONTT.COM, KUPANG – Penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan progres positif untuk mendukung operasional satuan pendidikan.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT Adi Setiawan mengatakan, hingga 4 Mei 2026, dari pagu anggaran BOS 2026 sebesar Rp 1,46 triliun, telah direalisasikan Rp736,5 miliar atau 50,36 persen dari pagu.
Adi menjelaskan BOS di NTT terbagi dua. Pertama, BOS Reguler untuk biaya operasional rutin pendidikan dasar dan menengah, telah terdistribusi pada 8.082 sekolah untuk 1.180.932 siswa.
Kedua, BOS Afirmasi untuk sekolah di daerah khusus yang ditetapkan Mendikdasmen, telah terdistribusi pada 949 sekolah untuk 89.218 siswa.
Secara umum, realisasi penyaluran BOS di seluruh kabupaten/kota berkisar 47 persen hingga 52 persen, menunjukkan distribusi relatif merata.
“Daerah dengan realisasi tertinggi, Kabupaten Sikka 52,45 persen, Kabupaten Alor 52,41 persen, dan Kabupaten Manggarai Timur 52,10 persen,” terang Adi, dalam rilis yang diterima EXPO NTT, Rabu Mei 2026.
Sementara daerah yang perlu didorong kata Adi, yakni Kabupaten Nagekeo 47,97 persen, Kota Kupang 49,10 persen, dan Kabupaten Belu 49,12 persen.
Faktor Penghambat dan Upaya Percepatan
Adi menyebut penyaluran BOS bertujuan mendukung biaya operasional sekolah, termasuk bahan pembelajaran, pemeliharaan sarana prasarana, serta peningkatan kualitas belajar mengajar.
“Capaian hingga awal Mei dipengaruhi kesiapan dan validasi data satuan pendidikan, kelengkapan dokumen persyaratan, dan proses administrasi di pemda,” tukas Adi Setiawan.
Untuk percepatan menurutnya, dilakukan penguatan koordinasi pemda dan sekolah, monitoring evaluasi berkala, serta pendampingan pemenuhan administrasi.
“Dengan upaya akselerasi realisasi tersebut, diharapkan penyaluran BOS dapat segera diterima oleh seluruh sekolah di NTT, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” Pungkas Adi. (**)




