EXPONTT.COM, KUPANG – Dalam rangka mendukung pembinaan atlet sepakbola usia dini, Tunas Indonesia Raya (Tidar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar turnamen sepakbola grassroot Kupang Junior League Tidar Cup 2026 U-10 dan U12.
Junior Laegue Tidar Cup 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Tidar NTT, Yayasan NTT Bisa dan PSSI NTT ini diselenggarakan tanggal 23 hingga 25 Juni 2026 di Stadion Oepoi Kupang, NTT.
Turnamen ini diikuti 12 tim U10 dan 13 tim U-12 yang berasal dari berbagai daerah di NTT, mulai dari Pulau Timor, Flores, dan Sumba.
Ketua Tidar NTT, Deaniel Benjamin Asadoma yang membuka secara resmi turnamen, mengatakan Tidar Cup merupakan upaya Tidar NTT untuk membuka ruang bagi seluruh anak-anak NTT dalam olahraga sepakbola.
Putra dari Wakil Gubernur NTT, Johny Asadoma ini mengungkapkan, dirinya sangat ingin melihat lebih banyak lagi anak-anak NTT yang berlaga di kancah sepakbola nasional bahkan internasional.
“Kami sangat bersyukur bisa terlibat dalam pembinaan atlet sepakbola usia dini, karena kami punya harapan yang besar kepada adik-adik ini, semoga ke depan bisa menjadi tunas-tunas yang baru untuk sepakbola NTT,” ungkap Dean.
Dean Asadoma, mengaku sangat senang karena Junior League Tidar Cup tidak hanya diikuti oleh sekolah-sekolah sepakbola di Pulau Timor namun juga dari berbagai daerah di NTT.
“Ini suatu kebanggan dan patut kita syukuri di ajang ini kita bisa kumpulkan semua anak-anak berbakat di tempat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dean mengungkapkan, Junior League Tidar Cup akan menjadi agenda rutin tahunan dari Tidar NTT di tahun-tahun mendatang.
Juara Akan Lanjut ke Tingkat Nasional
Lebih lanjut, Dean mengungkapkan juara dari masing-masing kategori akan melanjutkan perjalanan ke tingkat nasional di Jakarta yang akan diselenggarakan pada Agustus 2026 mendatang.
“Pemenang dari setiap kategori umur ini akan mewakili NTT untuk berlaga di tingkat nasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Karel Muskanan, yang hadir mewakili Gubernur NTT, menyampaikan apresiasi kepada Tidar NTT dan Yayasan NTT Bisa atas kolaborasi dalam menyelenggarakan turnamen tersebut.
Menurutnya penyelenggaraan turnamen usia dini memiliki peran penting bagi perkembangan bagi talenta muda di NTT. “Dari kompetisi kita lihat mereka berkembang,” ungkapnya.
Dulu banyak pemain hebat lahir dari lapangan sederhana dengan segala keterbatasan. Hari ini kita melihat anak-anak sudah mendapatkan fasilitas yang lebih baik, dan itu menjadi kemajuan yang patut disyukuri,” ujarnya.
Karel menegaskan bahwa pembinaan olahraga dan prestasi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, organisasi olahraga, masyarakat, dan orang tua.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta, pelatih, ofisial, hingga orang tua untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama turnamen berlangsung.
“Kita ingin karakter fair play tertanam sejak dini. Bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Karena olahraga bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan juga membentuk pribadi yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.(*)




