Kapolda NTT Temui Bayi Gempita, Lahir Saat Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Flores

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko saat mengunjungi RSUD Aeramo, Nagekeo / foto: istimewa

EXPONTT.COM, MBAY – Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., mengunjungi Gempita, bayi di Kabupaten Nagekeo yang lahir tepat saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Cerita haru dibalik perjuangan ibu, sang bayi dan tenaga kesehatan menggugah Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko untuk datang menengok langsung sang bayi di sela kunjungannya ke RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Senin, 24 Agustus 2026.

Rudi Darmoko mendatangi ruang perawatan dan melihat langsung kondisi bayi Gempita, anak pasangan Marianus Doya dan Maria Florida Kelen, warga Pisa, Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Gempita lahir pada 15 Agustus 2026, bertepatan dengan hari terjadinya gempa besar yang mengguncang Flores.

Di tengah suasana duka dan kepanikan akibat bencana, kelahiran Gempita menghadirkan secercah kebahagiaan bagi keluarga.

Kapolda NTT pun memberikan doa dan harapan agar Gempita tumbuh sehat dan kelak menjadi simbol semangat kebangkitan masyarakat Nagekeo setelah melewati masa sulit akibat bencana.

Nama Gempita sendiri memiliki makna yang kuat. Di saat bumi berguncang dan masyarakat dilanda ketakutan, kehadiran bayi tersebut justru membawa kebahagiaan dan harapan baru.

Momen tersebut menjadi perhatian Kapolda karena memperlihatkan bahwa di tengah situasi bencana, kehidupan harus tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti.

Selain menemui bayi Gempita, Rudi Darmoko juga memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan RSUD Aeramo yang tetap sigap memberikan pelayanan di tengah kondisi darurat pascagempa.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan RSUD Aeramo yang tetap sigap dan cekatan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi bencana. Ini merupakan bentuk pengabdian dan kemanusiaan yang sangat luar biasa,” ujar Rudi.

Menurutnya, kesiapsiagaan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis, termasuk bagi ibu dan bayi yang membutuhkan penanganan segera di tengah situasi bencana.

Kapolda NTT menegaskan, kehadiran Polri dalam penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Polri juga hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan, bantuan, pelayanan serta dukungan moril selama menghadapi masa sulit.

Kunjungan tersebut turut didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H.; Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H.; Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K.; Koorspripim Polda NTT Kompol M. Ichwan Nugraha, S.I.K., M.Si.; serta Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H.

Kehadiran Kapolda NTT di RSUD Aeramo menunjukkan perhatian Polri terhadap pelayanan kesehatan masyarakat di tengah masa tanggap darurat bencana.

Di tengah gempa yang mengguncang Nagekeo, Kapolda Rudi Darmoko hadir menyapa Gempita—bayi yang lahir tepat ketika bumi berguncang dan kemudian menjadi simbol bahwa harapan tetap hidup di tengah bencana.(*)