Di era modern yang makin maju, teknologi memberi peranan penting dalam kehidupan manusia. Hal ini dapat kita lihat dalam setiap kegiatan manusia baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, politik, agama, maupun ekonomi.
Semuanya itu berjalan dengan baik karena dorongan dari kemajuan teknologi yang berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi yang pesat ini membantu manusia dalam kehidupannya. Secara etimologis kata teknologi berasal dari bahasa yunani yaitu dari kata “ Techne “ dan “ Logos “.
Kata “ techne “ dalam bahasa yunani yang berarti seni dan kemahiran sedangkan “ logos “ yang artinya pembelajaran dan ilmu atau kajian. Jadi secara umum pengertian dari teknologi itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari sebuah seni.
Oleh karena itu, setiap manusia dapat mempelajari berbagai cabang seni maupun ilmu pengetahuan guna untuk mempermudah dalam memecahkan setiap permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, seiring perkembangan zaman teknologi sering kali disalahgunakan oleh manusia. Dalam artian manusia cenderung menggunakan teknologi untuk berbagai macam tindakan kejahatan atau keriminal.
Tindakan kejahatan adalah sebuah tindakan yang melanggar peraturan dalam kehidupan. Dalam hal ini tindakan kejahatan atau keriminal yang sering terjadi dalam kehidupan manusia dalam bidang teknologi saat ini ialah melalui media sosial. Dikutip dari majalah TEMPO. CO, Jakarta – karakteristik media sosial adalah kebebasan dan multifungsi.
Ada kekurangan atau keburukan yang disebabkan oleh media sosial yang tidak terkendali untuk membatasi konten di internet seperti di kutip dari buku Konvergensi Media karya Jokhanan Kristiyanto tahu 2022.
Hal ini meliputi dampak negatif yang perlu di perhatikan, sebab kebebasan dan luasnya jangkauan media sosial memberi resiko terjadinya tindakan kriminal, seperti adanya cyber Bullying, interaksi tatap muka lebih sedikit, Fomo (fear of Missing out) yaitu fenomena merasa takut ketinggalan berbagai hal yang sedang populer atau viral di media sosial, judi online, membandingkan diri dengan orang lain, pornografi, penipuan (berita hoaks).
Tindakan kejahatan atau kriminal yang disebabkan oleh teknologi saat ini memang tak dapat dihindari oleh manusia. Manusia merupakan pelaku dari segala tindakan kejahatan,sebab manusialah yang menciptakan teknologi itu sendiri dan sekaligus menjadi penggunanya.
Namun jika teknologi digunakan oleh manusia dengan baik dan bijaksana maka akan berdampak positif. Dikutip dari Mayo Clinic dampak positif dari teknologi melalui Media Sosial memberi peranan yang cukup besar pada saat ini. Salah satu perananya ialah bagi setiap anak remaja.
Dalam survei Pew Research center tahun 2018 tercatat hampir 750 anak berusia 13-17 menyatakan bahwa 45% online hampir sepanjang waktu dan 7% menggunakan platform media sosial seperti youtube, facebook, instagram atau snapchat dengan tujuan mencari pengelaman positif seperti, mencari sumber pembelajaran, menyeringkan pengalaman mereka, memberi kata-kata motivasi kepada sesama, serta menjadikan media sosial sebagai tempat untuk mereka berjualan secara online.
Maka dari itu kita semua diajak untuk dengan baik dan bijasana dalam bermedia sosial agar supaya kita tidak mudah terjerumus kedalam hal- hal yang berbau negatif.
Namun disamping tindakan kejahatan yang dilakukan oleh manusia yang sering kali terjadi saat ini, manusia pun perlahan mulai menyadari betapa pentingnya untuk membuat suatu perubahan yang baik dalam menggunakan teknologi. Berbagai upaya telah dilakukan guna untu meminimalisir akibat dari perilaku kejahatan ini.
Bentuk dari upaya ini adalah salah satu cara yang sangat sederhana namun bernilai sangat tinggi bagi kesejahteraan hidup setiap manusia dimasa yang akan datang. Terkadang setiap hal-hal kebaikan itu berawal dari tindakan yeng sederhana yang dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu manusia seharusnya menyadari akan pentingnya peran dari teknologi itu sendiri.
Selain itu peran teknolgi juga dapat dilihat dari sisi yang lain, yaitu dari sisi iman kristiani. Dalam perpektif atau pandangan iman kritiani, teknologi sebagai rahmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia melalui akal budi untuk berpikir menciptakan sesuatu yang baik. Kebaikan itu dapat ditujukan oleh manusia melalalui pelayanan kepada sesama seperti sarana pemberitaan injil Allah, dan media belajar alkitab. Oleh karena itu manusia seharusnya memberikan sebuah edukasi yang penting kepada sesama melalui teknologi.(*)


