EXPONTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (UPTD SPAM) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT, Jumat, 11 September 2026.
Pelantikan, pengukuhan, dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Sekretaris Daerah NTT Fransiskus Sales Sodo, Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta sejumlah pejabat dan pimpinan instansi terkait.
Lima pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik berdasarkan Keputusan Gubernur NTT Nomor 816.2.1/142/BKD.3.2 tanggal 10 September 2026, yakni, Theresia Maria Florensia sebagai Kepala Bapperida NTT; Stefania Tunga Boro sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT; Yosef Maria Ronaldus Amapiran sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa NTT; Naftaly Stevenson Huky sebagai Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT; Yohanes Abrianto Kore sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT.
Sementara itu, Erasmus Jogo, SE, MM dilantik sebagai Kepala UPTD SPAM pada Dinas PUPR NTT untuk periode 2026–2031 berdasarkan Keputusan Gubernur NTT Nomor 346/KEP/HK/2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa jabatan yang diberikan kepada para pejabat bukanlah hadiah maupun sekadar jenjang karier, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Jabatan bukan hadiah, bukan pula sekadar titik singgah dalam perjalanan karier. Jabatan adalah amanah. Karena itu, terima jabatan ini dengan penuh tanggung jawab terhadap masyarakat NTT yang memberi kita mandat menjalankan pemerintahan ini,” tegas Gubernur NTT.
Melki Laka Lena meminta pejabat yang baru dilantik segera menerjemahkan amanah tersebut dalam kerja nyata dan tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.
Ia menekankan pentingnya respons cepat pemerintah, terutama dalam menghadapi pemulihan pascabencana gempa Flores. Menurutnya, seluruh perangkat daerah harus mengambil bagian dalam memastikan pelayanan dasar, aktivitas ekonomi, infrastruktur, dan sumber penghidupan masyarakat kembali pulih.
“Pekerjaan pemerintah tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat. Kita harus percepat pemulihan pascabencana. Masyarakat harus kembali mendapatkan pelayanan dasar. Aktivitas ekonomi harus dipulihkan,” ujar Melki.
Gubernur juga meminta para pejabat memperkuat kinerja birokrasi di tengah keterbatasan fiskal daerah. Setiap perangkat daerah, kata dia, tidak boleh hanya berpikir mengenai belanja anggaran, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan daerah sesuai kewenangannya.
“Jangan hanya berpikir bagaimana membelanjakan anggaran, tetapi juga bagaimana menghasilkan nilai tambah, meningkatkan pendapatan, dan memperluas ruang fiskal pemerintah daerah,” tegasnya.
Melki juga mengingatkan agar birokrasi tidak bekerja lambat karena terjebak prosedur. Pejabat dituntut mampu membaca persoalan, mengambil keputusan, membangun koordinasi, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Kita tidak membutuhkan birokrasi yang lambat karena terlalu banyak prosedur. Ketika masyarakat datang dengan persoalan, jangan hanya diberi penjelasan mengenai prosedur. Cari solusi!” tegas Gubernur Melki.
Ia meminta para pejabat menggunakan data dalam mengambil keputusan, menyederhanakan proses kerja, memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, serta meningkatkan komunikasi publik.
“Gunakan data dalam mengambil keputusan. Sederhanakan proses kerja. Bangun koordinasi lintas perangkat daerah. Dan yang tidak kalah penting, perkuat komunikasi publik. Masyarakat harus mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah, apa hasilnya, dan apa manfaatnya bagi mereka,” lanjutnya.
Menutup sambutannya, Melki menegaskan bahwa Pemprov NTT membutuhkan pejabat yang memiliki inisiatif dan mampu menghasilkan terobosan, bukan sekadar menunggu instruksi.
“Saya dan Bapak Wakil Gubernur tidak membutuhkan pejabat yang hanya menunggu perintah. Kami membutuhkan pemimpin yang mampu membaca persoalan, mengambil inisiatif, membangun kolaborasi, dan menghasilkan terobosan,” tegasnya.(*)




