EXPONTT.COM, KUPANG – Puluhan siswa dan guru SMA Negeri 4 Kupang kini dibekali kemampuan menghadapi situasi darurat, mulai dari pertolongan pertama hingga evakuasi saat bencana. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari Program Sekolah Tanggap Bencana yang digelar Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari bersama BPBD Kota Kupang, Rabu, 23 September 2026.
Program tersebut dilaksanakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang dengan melibatkan puluhan siswa dan guru SMA Negeri 4 Kupang.
Peserta mendapatkan pembekalan dan simulasi mengenai potensi serta risiko bencana, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), teknik evakuasi, hingga langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, saat membuka kegiatan mendorong para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga membagikan pengetahuan kebencanaan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Pengetahuan yang didapat hari ini diharapkan tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi juga dapat dibagikan kepada teman-teman dan keluarga di rumah,” ujar Ernest.
Kepala SMA Negeri 4 Kupang, Fransiskus Xaverius Balu Lowa, mengatakan kesiapsiagaan penting bagi seluruh warga sekolah agar mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.
Hal senada disampaikan Sr. Spv. Receiving, Storage, & Distribution Pertamina Patra Niaga AFT El Tari, Setyo Ariwibowo. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi.
“Bencana bisa datang tiba-tiba. Karena itu, pengetahuan dan kesiapan perlu dibangun sejak sekarang karena dapat menjadi skill set yang bermanfaat bagi kita semua,” kata Setyo.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
“Melalui Program Sekolah Tanggap Bencana, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan. Siswa dan guru perlu memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Selain pelatihan dan simulasi, Pertamina turut mendukung penguatan sistem tanggap darurat SMA Negeri 4 Kupang melalui penyediaan plang jalur evakuasi, titik kumpul, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sejumlah peserta juga akan dipilih menjadi bagian dari satuan tugas tanggap bencana dan perubahan iklim di lingkungan sekolah untuk memastikan keberlanjutan program.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan, Pertamina Patra Niaga AFT El Tari berharap program tersebut dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih siap, tanggap, dan tangguh menghadapi potensi bencana.(*)




