Daging Ayam dan Biaya Kuliah Jadi Pemicu Utama Inflasi NTT Oktober 2026

Pemaparan rilis data BPS untuk bulan Oktober 2026, Senin, 2 November 2026 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis data komoditas pemicu inflasi dan deflasi secara bulanan (month-to-month) untuk periode Oktober 2026.

Berdasarkan data paparan resmi BPS NTT, Senin, 2 November 2026, Daging Ayam Ras menjadi komoditas utama penyumbang inflasi tertinggi di wilayah NTT dengan andil sebesar 0,15 persen.

Kenaikan harga daging ayam ras ini disusul oleh komoditas angkutan udara yang memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen.

Selain pangan dan transportasi, sektor pendidikan tinggi juga tercatat memberikan dampak pada pergerakan harga di NTT bulan ini.

Komoditas Akademi/Perguruan Tinggi berada di urutan ketiga penyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,04 persen.

Kepala BPS NTT, Matamira Kale, menyebut, masuknya pendidikan tinggi sebagai salah satu andil inflasi karena kenaikan biaya kuliah.

Selain itu, komoditas cabai merah dan sawi putih yang masing-masing menyumbang andil sebesar 0,03 persen.

Di sisi lain, tekanan inflasi di NTT berhasil diredam oleh penurunan harga (deflasi) pada sejumlah komoditas pangan segar dan barang komplementer. Ikan Kembung menjadi penahan inflasi utama dengan mencatatkan andil deflasi terbesar yaitu -0,08 persen.

Komoditas lain yang turut menyumbang andil deflasi pada bulan Oktober 2026 meliputi, kangkung -0,05 persen, ikan tembang -0,04 persen, tomat -0,04 persen dan emas perhiasan -0,03 persen.

Secara keseluruhan, pergerakan harga pada bulan Oktober 2026 di NTT ini didominasi oleh pergerakan harga kelompok pangan bergejolak (volatile food), tarif transportasi udara, serta penyesuaian biaya pendidikan tinggi. (*)