Lima Peserta Terbaik Tour de EnTeTe 2026 Dapat Hadiah ke Tanah Suci

Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat melepas peserta Tour de EnTeTe Etape I Daratan Timor Rute II, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menuju Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis, 5 November 2026 / foto: istimewa

EXPONTT.COM, TTU – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyiapkan hadiah perjalanan ke Tanah Suci bagi lima peserta terbaik dalam seluruh rangkaian Tour de EnTeTe 2026.

Hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi peserta yang mengikuti kegiatan olahraga dan wisata tersebut hingga seluruh rangkaian etape berakhir.

“Sebagai bentuk apresiasi, kita akan mencari lima peserta terbaik dari seluruh rangkaian etape Tour de EnTeTe ini. Mereka akan mendapatkan hadiah berupa kesempatan berangkat ke Tanah Suci sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” ungkap Melki saat melepas peserta Tour de EnTeTe Etape I Daratan Timor Rute II, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menuju Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis, 5 November 2026.

Ketua Panitia Etape I Rute II, Alberd Pairikas, melaporkan kegiatan tersebut mengambil titik start di Kantor Desa Oeprigi, Kabupaten TTU, dan berakhir di Kantor Camat Polen, Kabupaten TTS, dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.600 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK, masyarakat, personel TNI, serta ASN dari Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten.

Tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, Tour de EnTeTe juga dirangkaikan dengan aksi sosial, kunjungan ke rumah tidak layak huni, sekolah, serta pelaku UMKM di sepanjang rute.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki juga menyerahkan bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 10 penerima manfaat, masing-masing lima orang di Kabupaten TTU dan lima orang di Kabupaten TTS.

Melki mengatakan, Tour de EnTeTe bukan sekadar kegiatan olahraga dan perayaan HUT ke-68 Provinsi NTT, tetapi juga menjadi strategi pemerintah mendorong pariwisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan Dasa Cita ke-3 Pemerintah Provinsi NTT, yakni menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal.

Karena itu, ia meminta para bupati dan wali kota di NTT memfasilitasi keterlibatan UMKM lokal pada setiap titik akhir kegiatan jalan sehat maupun lomba lari.

“Titik finish harus menjadi ruang promosi sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Produk lokal seperti kuliner khas daerah, tenun ikat, dan berbagai produk UMKM lainnya perlu diberikan kesempatan untuk tampil dan dipasarkan kepada para peserta maupun masyarakat yang hadir,” jelasnya.

Melki berharap kegiatan seperti Tour de EnTeTe terus dilaksanakan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat, memperluas promosi produk lokal, serta membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM di berbagai daerah NTT.(*)